Ajak BI Percantik Hutan Pinus Pujon


MALANG - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil melibatkan perbankan untuk pengembangan wisata Hutan Pinus Bendosari Kecamatan Pujon. Tim yang terdiri 32 anggota itu melakukan pengadaan tempat sampah dengan bantuan Bank Indonesia. Saat ini, sebanyak 25 tempat sampah di sebar di area wisata yang sedang jadi primadona itu.
Koordinator Desa KKN 21 UMM, Muhammad Hardiawan Akbar Khan menjelaskan, pengadaan tempat sampah tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan perekonomian desa.
“Selain kawasan Hutan Pinus, ini merupakan kawasan wisata yang mulai banyak pengunjungnya. Maka harus ditunjang dengan sarpras yang memadai dan memang perlu diperhatikan,” kata mahasiswa yang akrab disapa Ahmad ini.
Ia melanjutkan, dengan kuatnya sarana prasarana di kawasan wisata, tentunya pengunjung akan lebih nyaman untuk berkunjung lagi dan lagi. Dengan kunjungan meningkat, ekonomi warga bisa terangkat.
Hal inilah yang menjadi latar belakang pemberian unit tempat sampah di Kawasan Wisata Hutan Pinus Bendosari.
Ahmad kembali menjelaskan bahwa program pengadaan tempat sampah yang dilaksanakan oleh kelompok KKN 21 UMM ini diharapkan mampu menjaga kebersihan lokasi wisata. Tempat sampah yang kelompok KKN 21 UMM sediakan adalah tempat sampah karet sebanyak 15 set dan tempat sampah kaleng sebanyak 10 set.
“Pengadaan tempat sampahnya ada dua jenis karena penempatan tempat sampah juga berbeda.Tempat sampah jenis karet ditempatkan di wilayah Desa Bendosari yang tepatnya di depan gang yang memiliki letak menanjak sehingga dengan tempat sampah karet kemungkinan menggelundung atau jatuh bisa diminimalkan,” jelas pria kelahiran Blitar ini.
Selain itu kebanyakan masyarakat Desa Bendosari memiliki kebiasaan membuang tempat sampah ke sungai, sehingga dengan adanya program kerja pengadaan tempat sampah yang berada di beberapa tempat berbeda dapat menimbulkan kesadaran masyarakat Bendosari untuk membuang sampah pada tempatnya.
Tempat sampah kaleng diletakkan di wilayah wisata hutan pinus dimaksudkan untuk memudahkan pengunjung wisata membedakan tempat sampah organik dan anorganik. Dengan membedakan jenis sampah ini dimungkinkan dapat memudahkan masyarakat desa untuk menanggulangi masalah sampah.
“Kami juga mengajak kerja sama Bank Indonesia untuk pengadaan ini. Pemesanan tempat sampah dilakukan pada 4 Februari dan pengambilan tempat sampah dilakukan pada 8 februari.  Pelaksanaan program kerja pengadaan tempat sampah yang meliputi perakitan danpemasangan kedua jenis tempat sampah tersebut langsung dilakukan pada keesokan harinya,” pungkas Ahmad. (ica/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...