Tekan Kenakalan, Siswa Wajib Tulis Perbuatan Baik


PEMBIASAAN siswa untuk selalu berbuat baik diprogramkan oleh SDN Lesanpuro 1. Sekolah mewajibkan siswanya menulis perbuatan baik yang telah dilakukannya. Ada hari khusus untuk siswa menyetorkan tulisan tersebut kepada gurunya.

SAYA hari ini menyapu dan mengepel lantai....
Begitu yang ditulis Yufa Insani, siswi Kelas 3 SDN Lesanpuro 1. Rabu kemarin adalah hari dimana para siswa di sekolah tersebut harus menulis perbuatan baik yang telah dilakukannya. SDN Lesanpuro 1 yang membiasakan siswanya setiap hari rabu mengumpulkan satu buku khusus perbuatan baik. Awalnya, kebiasaan ini bagian dari pembelajaran literasi yang dikembangkan agar siswa gemar menulis dan bercerita. Ternyata lebih dari yang diharapkan, siswa berlaku jujur dan semangat berbuat baik.
“Karena berbuat tidak baik itu dosa,” jawab polos Yufa Insani yang ditanyai Malang Post kemarin.
Siswi yang akrab disapa Yufa ini mengaku suka menulis dan merangkum sehingga saat diwajibkan menulis perbuatan baik setiap Rabu, dia antusias. Bahkan dia menceritakan dengan lugunya kebaikan apa yang dilakukan hari rabu kemarin.
“Saya tadi menyapu lantai dan mengepel juga sampai terpeleset,” tutur siswa yang bercita-cita sebagai dokter ini.
Tidak berbeda dengan Yufa, siswi kelas 5 SDN Lesanpuro 1, Fareliza Alva Sulaiman mengaku karena suka menulis dan bercita-cita menjadi penulis, dia kerap bercerita di depan kelas. Siswi yang menjadi Ratu Perpustakaan itu merasa senang jika dapat melakukan perbuatan baik setiap hari dan menuliskannya.
Kepala SDN Lesanpuro 1 Olim Waletiningsih SPd MPd menimpali bahwa kegiatan yang baru berjalan selama satu tahun ini merupakan bagian dari program sadar literasi. Program literasi mencakup empat capaian yang meliputi menulis, menyimak, berbicara, dan mendengarkan. Dalam kegiatan menulis perbuatan baik, secara tidak langsung siswa juga dilatih mencapai empat indikator tadi. Antusias siswa yang tinggi membuat mereka senang melakukan perbuatan baik.
“Kegiatan ini juga berguna untuk membentengi anak didik. Ayo berbuat baik karena perbuatan baik disenangi siapa saja. Sehingga mereka antusias dan berpikir perbuatan baik apa yang akan dilakukan besok,” ucap kepala sekolah yang ditempatkan di SDN Lesanpuro 1 sejak 2013 lalu.
Menurutnya, pembiasaan menulis perbuatan baik juga ampuh untuk meningkatkan integritas dan menekan kenakalan siswa. Kenakalan siswa sebenarnya juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yakni teman dan media sosial. Sehingga diharapkan dengan adanya pembiasaan menulis perbuatan baik, maka perilaku siswa secara tidak langsung dapat terkendali. Bahkan bersama guru dia telah menerapkan sistem tata tertib (tatib) berkesinambungan, mulai dari tatib tingkat kelas dan tatib sekolah yang telah disepakati jika dilanggar. “Selama satu tahun program ini diterapkan, ternyata ada efeknya karena setidaknya alhamdulillah lebih dari 60% kenakalan siswa berkurang di sini,” tutup wanita berjilbab ini. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...