Manfaatkan Gadget Siswa, Produksi Video Dua Minggu Sekali


KEMAJUAN era digital, membuat anak tak mampu lepas dari gadget. Bahkan sebagian siswa melanggar larangan dengan membawa gadget ke sekolah. Alih-alih hiperprotektif, SMPN 27, mengedukasi penggunaan gadget bagi siswa dengan cara lain. Siswa diperbolehkan mengeksplore diri dengan berkarya melalui video dalam kegiatan ekskul jurnalistik.  
“Dulu ada siswa di sini yang menyalahgunakan gadgetnya sampai bisa membobol soal ujian. Tidak tahu bagaimana caranya ya, kadang lebih pinter siswa. Dari kasus itu, siswa tersebut malah jadi tutor IT-nya teman-temannya,” ujar Kepala SMPN 27 Suliyono SPd MPd kepada Malang Post kemarin.
Saat ini rawan sekali penggunaan gadget, terlebih di sekolah menyiapkan hotspot, lanjutnya. Sekolah sering melakukan razia HP. Dia menerangkan, terkadang siswa beralasan membawa gadget karena digunakan untuk berkomunikasi dengan orang tua saat akan menjemput mereka. Sehingga sekolah berinisiatif melakukan edukasi penggunaan gadget di sekolah.
“Hal ini terbantu dengan kegiatan ekskul jurnalistik. Ini lho, saya baru tahu bahwa siswa sekarang sering upload video karya mereka di youtube, coba klik SMPN 27 pasti banyak karyanya,” imbuh pria yang ditempatkan sebagai kepala sekolah pada 2015 tersebut.
Ekskul jurnalistik mulai memunculkan karya siswa seperti pembuatan video profil sekolah, video kegiatan dan membuat stop motion dari kumpulan foto. Bahkan setiap dua minggu sekali ekskul jurnalistik ditarget menghasilkan karya video berupa profil sekolah terbaru. Edukasi penggunaan gadget ini dirasakan manfaatnya meliputi meningkatkan kreatifitas siswa, mengolah minat hingga menemukan bakat terpendam mereka. “Pengaruh gadget lebih banyak negatifnya, jika tidak dikontrol. Tidak bisa dilarang, tapi gagdet saat ini harus diarahkan ke hal positif dan terarah,” tuturnya.
Sementara itu, pembimbing ekskul jurnalistik, Arif Irfan Fauzi MPd mengaku siswa SMPN 27 antusias dengan kegiatan multimedia tersebut. Meski begitu, selama berkegiatan siswa juga merasakan kendala seperti signal jaringan internet mengingat lokasi sekolah yang berada di wilayah perbukitan. “Iya kendalanya di signal sih, anak-anak pakai gadget sendiri. Misalnya mengumpulkan karya foto dari HP mereka sendiri, kemudian baru diedit lewat komputer terus dijadikan video,” ungkap Pembina ekskul yang sekaligus guru TIK ini.
Kegiatan edukasi penggunaan gadget melalui kegiatan ekskul jurnalistik ini berawal dari media sekolah yang mulai membuat radio dan bulletin sekolah. Berhubung minimnya keterampilan siswa dalam hal jurnalistik yang mendalam untuk pembuatan bulletin sendiri. Sehingga pembina mengarahkan kegiatan siswa untuk produktif dalam hal pembuatan video. “Mereka bahkan sudah punya channel link sendiri. Tapi tentu tetap kita kontrol tidak bisa sembarangan, karena hasilnya harus mereka setorkan untuk diedit. Lebih sering mereka yang upload sendiri. Ini juga bermanfaat untuk media promosi sekolah, “ tutup pria yang juga suka menulis cerpen ini. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...