Gelar Try Out, Salurkan Beasiswa Rp 500 Juta


Malang Post, RIBUAN siswa SD/MI se Malang raya mengikuti try out (TO) bersama di SMP Islam Ma’arif 2, Sabtu, (17/2). Sejak 2001, SMP Islam Ma’arif 2 Malang rutin menggelar TO serentak bersama Yayasan Gema Mitra Muslim yang sekaligus menyerahkan bantuan beasiswa pendidikan senilai total Rp 500 jt.
“TO serentak tingkat SD/MI ini sudah ke-17 digelar, dan kami seperti pionir, karena alhamdulillah banyak sekolah lain yang ikut meniru,” ungkap Ketua Yayasan Gema Mitra Muslim SMP Islam Ma’arif 2 Malang, Ir. Imam Syafi’i kepada Malang Post, kemarin.
Tidak hanya itu, peserta TO terbanyak nantinya juga akan mendapat tambahan bantuan untuk sekolahnya, lanjutnya. Terdata peserta TO sebanyak 1.100 siswa dari 40 SD/MI se Malang Raya dan telah disiapkan 26 ruangan TO. Kelima sekolah yang mendaftarkan siswanya mengikuti TO terbanyak dari SDN Cipto Mulyo 1, SDN Kebonsari 2, SDN Sukun 1, SDN Bandungrejosari 2, dan SDN Sukun 2.
“Kami memberi bantuan beasiswa kepada peserta TO berupa voucher pendidikan senilai total Rp 500 juta,” ujarnya.
SMP Islam Ma’arif 2 Malang rutin menggelar TO tingkat SD/MI se Malang raya untuk memfasilitasi siswa dalam menghadapi UASBN. Selain itu, TO serempak ini juga dilakukan sebagai ajang saling interaksi antar siswa SD se Malang Raya. Siswa nantinya juga akan mengenal jenis soal UASBN dengan TO yang dilakukan. Tidak hanya itu, TO serempak juga ampuh sebagai media promosi perkenalan siswa SD/MI ke lingkungan SMP Islam Ma’arif 2 Malang. “Jika diprosentase sebanyak 50% siswa yang ikut TO serempak di sini juga daftar ke SMP Islam Ma’arif 2 Malang,” bebernya.
Mutu pendidikan terus ditingkatkan baik melalui prestasi akademik dan non akademik seperti kegiatan ekstrakurikuler siswa. Kegiatan kesenian juga sering dikolaborasikan dengan keagamaan dan siswa didorong untuk kompetitif. Prestasi-prestasi bahkan juga diraih siswa mulai tingkat kota dan provinsi, sehingga nama SMP Islam Ma’arif 2 Malang semakin dikenal di luar sana. “Baru-baru ini kami juga meraih akreditasi A. Banyak penilaian yang dilakukan mulai dari administrasi pendidikan, teknik pengajaran, sarana dan prasarana, serta rencana pendidikan pengajar,” pungkasnya.
Terkait dengan teknis kontribusi soal TO, Kepala SMP Islam Ma’arif 2 Malang, Drs. H. Muh. Barmin MPd mengaku menjamin kerahasiaan prosedur pembuatan soal karena dicetak di luar kota. Peserta ujian hanya membayar Rp 12 ribu sebagai pembayaran penyediaan soal TO. Bahkan siswa nantinya juga akan dirangking dan mendapat hadiah berupa piagam dan tropi senilai total Rp 18 juta.
“Pembuatan soal dari tim kami dengan melihat kisi-kisi UASBN. Sampai saat ini tidak ada yang pernah komplain karena 75 % soal TO mendekati benar dan keluar di UASBN, jadi banyak siswa yang ketagihan TO di sini,” ungkap pria berkacamata ini.  
Karena kesuksesannya, SMP Islam Ma’arif 2 Malang juga dikunjungi sekolah lain untuk study banding yaitu SMP NU Bali dan SMP NU berbasis pondok di Ciamis. Kebijakan biaya pendidikan juga diterapkan di sekolah yang digunakan untuk membantu siswa kurang mampu maupun anak yatim. “Bisa dilihat SPP disini berbeda-beda karena disesuaikan kemampuan wali murid mengingat rata-rata yang sekolah disini ekonomi menengah ke bawah. Alhamdulillah terpenting adalah sekolah kita memiliki nilai plus di luar sana karena banyak peminatnya. Makanya calon siswa harus segera mendaftar,” harapnya.
Sementara itu,  salah satu pendamping peserta TO, Neni Iryanti SPd dari SDN Sitirejo 4 mengaku TO serempak di SMP Islam Ma’arif 2 Malang kerap diikuti siswanya. Kegiatan ini dinilai sangat membantu dalam hal mengukur kemampuan siswa menjelang UASBN. Sehingga diharapkan siswa mendapat nilai bagus dan dapat melanjutkan ke SMP.
“Iya saya rasa 75 persen soal TO di sini keluar UASBN. Sekarang kan ada kisi-kisinya jadi anak-anak juga lebih mudah belajar. Selain sebagai tolak ukur, siswa juga dapat berinteraksi dengan sekolah lain, juga bisa refreshing,” tutup wanita berjilbab ini. (mg3/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :