magista scarpe da calcio Ma’had Modern Sabilillah, Santri Bisa Berkreasi dengan IT


Ma’had Modern Sabilillah, Santri Bisa Berkreasi dengan IT


MALANG - Tahun ini, lembaga pendidikan Islam Sabilillah Malang benar-benar mengawal dan mengembangkan model pendidikan terintegrasi antara Ma’had dan SMA. Upaya yang dilakukan dengan mengunggulkan Ma’had modern sebagai kesatuan pendidikan boarding school dan pesantren.
Kepala Ma’had Sabilillah Malang Anwar Fatah SAg MPd menjelaskan kenapa Ma’had Sabilillah Malang terkesan lebih modern. Dalam menunjang pembelajaran telah disiapkan gedung bertingkat empat yang dilengkapi lift dan wifi untuk menciptakan kenyamanan santri. Setiap lantai dilengkapi dengan kamar tidur berukuran 5x6 yang hanya diisi oleh 6 anak dan dua kamar mandi varian. Santri juga didampingi musyrif yang merupakan guru sarjana dan ahli bahasa untuk pembiasaan santri dalam berbahasa Inggris maupun Arab. Tersedia pula Puskestren (pusat kesehatan pesantren) dan radio SISMA FM sebagai media dakwah santri secara profesional. Pada bulan Agustus nanti juga akan dilengkapi kolam renang putra maupun putri. Fasilitas ini sebagai penunjang pembelajaran olahraga, karena islam diajarkan olahraga panahan dan renang.
“Ma’had Sabilillah disebut modern karena santri dibebaskan membawa gadget maupun laptop hanya saja tetap terkontrol. Hal ini menggambarkan pesantren tidak meninggalkan keunggulan IT. Bahkan dalam waktu setengah tahun sudah banyak santri yang menghasilkan video profile Ma’had karena mereka bebas berkreativitas di luar pembelajaran,” tegasnya.
Sementara Kabag Humas LPI Sabilillah Taufikurrahman SPd MPd kepada Malang Post  menegaskan,  siswa SMA Sabillilah akan langsung otomatis menjadi santri Ma’had.
“Dengan pendidikan terintegrasi ini bertujuan agar keilmuan anak-anak tidak terputus, nyambung terus setelah jenjang SMP. Jadi pembiasaan mengkhatamkan Alquran akan diteruskan dengan tafsir pada jenjang SMA,” ujarnya.
Banyak sekali keuntungan pendidikan SMA terintegrasi Ma’had yang akan diperoleh siswa. Mulai dari pendidikan siswa yang tidak akan terputus setelah SMP sampai SMA. Kurikulum yang terpadu disusun secara profesional. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan visi sebagai Ma’had rujukan yang menciptakan alumni unggulan berbasis karakter. Ma’had didesain sedemikian rupa untuk memfasilitasi siswa berkompetisi secara nasional maupun internasional.
“Tentu saja mengharapkan alumni nanti dapat meneruskan ke perguruan tinggi sesuai harapan,” imbuh pria yang kerap disapa Rahman itu.
Terdapat empat program unggulan Ma’had yakni darul ibadah, darul qur’an, darul lughoh wad da’wah, daru hubbil wathan. Ma’had sebagai darul ibadah (rumah ibadah) karena santri dibina dan dibiasakan beribadah, mulai ibadah wajib maupun sunnah. Ma’had sebagai darul qur’an yakni pembelajaran tidak hanya untuk hafalan qur’an saja tapi juga tafsir tematik untuk meningkatkan wawasan kenegaraan santri. Ma’had sebagai darul lughoh wad da’wah untuk sarana santri dalam pembiasaan bahasa Inggris dan Arab. Sehingga santri mampu meningkatkan kemampuan public speaking dan dakwah yang dapat dimanfaatkan pada jenjang kuliah. Ma’had sebagai daru hubbil wathan  bermanfaat untuk siswa meningkatkan kedisiplinan tinggi, tenggang rasa sehingga diharapkan mampu menjadi pemimpin yang agamis dan nasionalis.
Program-program unggulan ini nyatanya mampu menarik minat pelajar SMP di luar kota Malang. Terdata pendaftar mulai dari Kalimantan, Lampung, Pulau Bawean, Sumatera, Medan, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Rahman juga menjelaskan, tidak kalah dari pelajar luar Sabilillah, siswa SMP Sabilillah juga banyak yang melanjutkan pendidikan ke SMA Sabilillah terintegritas Ma’had. Sementara kuota SMA Sabilillah Malang sendiri tersedia sebanyak 130 siswa. “Bahkan dari pihak intern saja sudah 45 persen yang mendaftar. Ini berarti indikator keberhasilan program-program unggulan sudah tercapai,” tandasnya.         (mg3/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang