Al-Banjari MTs Hidayatul Mubtadi’in Juara Malang Raya


MALANG – Siswa-siswi MTs Hidayatul Mubtadi’in Tasikmadu menjadi juara 2 dalam lomba salawat Al-Banjari tingkat Malang Raya. Pada perlombaan yang digelar SMA Islam Sabilillah, Kamis (15/2) lalu, mereka berhasil mengalahkan puluhan peserta lainnya. Meskipun bukan menjadi juara pertama, namun prestasi ini merupakan sebuah kebanggaan bagi para siswa.
Kepala MTs Hidayatul Mubtadi’in, Drs. M. Sairozi, S.Pd ., M.Pd mengatakan, persiapan untuk mengikuti lomba tersebut terbilang sangat singkat. Hanya sekitar sebulan para siswa mempersiapkan diri dengan latihan yang dibimbing oleh mahasiswa PPL dari UIN Maliki Malang.
“Modal anak-anak hanya semangat, dan ternyata, mereka mampu menjadi juara 2 karena kalah dengan Ar-Rifai Bululawang yang unggul segala-galanya,” katanya.
Selain dilatih oleh mahasiswa, mereka juga saling berlatih satu sama lain. Siswa yang dianggap pandai, melatih yang belum bisa sehingga semuanya dapat tampil bagus. Solawat albanjari di MTs Hidayatul Mubtadi’in merupakan bidang ekstra seni Islami yang dilaksanakan setiap Sabtu. Sekalipun persiapan lomba hanya sebulan, tapi kemampuan mereka sudah siap untuk berlomba.
“Memang anak-anak belum bisa menjadi juara pertama, tapi mereka sudah mampu tampil yang terbaik,” ucap Rozi dengan bangga.
Latihan rutin yang dilaksanakan setiap pekan, membuat siswa-siswi MTs Hidayatul Mubtadi’in tampil percaya diri. Ditambah lagi dengan seringnya tampil di berbagai acara kemasyarakatan yang sifatnya tidak formal, menjadikan mental dan kemampuan mereka semakin terasah. “Yang paling utama itu adalah semangat. Ketika semangat kompetisi sudah ada, maka segalanya telah disiapkan dengan maksimal,” tandasnya.
Oleh karena itu, pria yang juga mubaligh ini selalu menekankan kepada peserta didiknya agar selalu menjadi juara dalam setiap perlombaan. Tujuannya agar siswa selalu bersemangat dalam berlomba. Meskipun pada akhirnya kemenangan belum tercapai. “Yang penting sudah ikhtiyar, dan partisipasi anak itu penting untuk menumbuhkan mental kompetisi,” tambahnya.
Terkait program solawat albanjari yang menjadi program madrasah selama ini, Rozi menjelaskan, lantunan solawat  merupakan syair dan syiar ummat Islam. Apalagi hidup di akhir zaman seperti sekarang ini, generasi Islam perlu dikuatkan kecintaannya pada Nabi Muhammad dengan gemar bersolawat.  “Itu komitmen kami yang utama. Karena merupakan anjuran Rasulullah, dengan keutamaan yang lebih tinggi dari malaikat,” terang Rozi.
Ia menuturkan kualitas iman yang paling hebat dari seorang muslim, bahkan mengalahkan iman para malaikat, ada tiga golongan. “Yaitu seorang muslim yang istoqomah membaca Alquran, muslim yang tidak pernah bertemu Rasulullah tapi mengerjakan sunnah-sunnahnya, dan muslim yang istiqomah membaca solawat,” tuturnya sambil mengutip Hadits Rasulullah. (imm/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :