Waspadai Opini Pecah Belah Pilkada


MALANG – Forum Komunikasi Pascasarjana FH UB menghelat diskusi terbuka tentang peran pemuda dalam penyelenggaraan Pilkada 2018 di hall Nuswantara lantai 7B FISIP UB, kemarin. Ketua KPU Kota Malang Zaenudin, Kepala Binmas Islam Kemenag Kota Malang Amsiyono dan M Barqah Prantama, dosen FISIP UB, menjadi narasumber dalam diskusi yang dihadiri oleh perwakilan organisasi pemuda dan mahasiswa ini.
Ketum Forkom Pascasarjana FH UB Farid Ramdani mengatakan pemuda harus aktif menentukan nasib bangsa, termasuk dalam pemilihan pemimpin 2018 ini. “Harus ada peran pemuda, jangan sampai diam dan ikut hanyut. Pemuda lebih produktif secara fisik, dan lebih mumpuni secara intelektual, jangan larut dalam opini pecah belah,” kata Farid kepada wartawan, di sela-sela diskusi siang kemarin.
Panitia diskusi, M Ziauddin Ulya mengatakan peserta berasal dari Organisasi Kepemudaan (OKP), BEM, serta DPM dari seluruh fakultas dan jurusan di UB. Menurut Zia, KPU menyajikan statistik tentang pentingnya peranan pemuda dalam Pilkada karena mereka termasuk dalam pemilik hak suara.
“Sementara, Kemenag menyampaikan tentang pemuda yang harus cermat dalam menanggapi isu, serta cara menanggulangi kerawanan isu yang saat ini mungkin sudah mulai muncul sebelum pilkada. Diharapkan, mahasiswa bisa berpartisipasi positif dalam Pilkada, kondusifkan,” sambung Zia.
Sementara, dosen FISIP UB, Barqah menyebut pemuda jangan menjadi bagian dari politik identitas. Sebaliknya, pemuda adalah penggerak utama politik substansial. “Pemuda harus menjadi penggerak politik substansi, yang mementingkan substansi dari proses politik, ketimbang sekadar menjadi peserta politik identitas,” tegasnya.(fin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...