magista scarpe da calcio Terapkan Virtual Learning, Siswa SMAN 3 Bisa Lulus Lebih Cepat


Terapkan Virtual Learning, Siswa SMAN 3 Bisa Lulus Lebih Cepat

MALANG – Di tahun kedua sebagai sekolah rujukan dan sekolah imbas, SMAN 3 Malang terus memberikan inovasi dalam berbagai bidang pendidikan, salah satunya dengan meluncurkan program virtual learning pada tahun ajaran baru 2017/2018. Mengacu pada konsep smart school, melalui program berbasis teknologi, siswa SMAN 3 Malang dapat menyelesaikan pendidikan selama empat semester dengan percepatan pembelajaran berbasis teknologi.
Kepala SMAN 3 Malang, Asri Widiapsari mengatakan setelah siswa menyelesaikan suatu kompetensi dasar (KD) lebih cepat dibanding teman sekelasnya, dia diperkenankan untuk meminta materi selanjutnya. Sehingga nantinya dia dapat menyelesaikan materi di sekolah lebih cepat, atau bahkan bisa empat semester saja.
”Sistemnya sudah SKS seperti waktu perkuliahan. Namun dengan basic teknologi sehingga materi bisa diakses siswa dari rumah dan sekolah. Beberapa ujian akan dilakukan secara online sesuai dengan waktu selesainya KD oleh siswa. Selain paperless, juga mengakomodasi siswa yang memiliki kemampuan menyerap pelajaran lebih cepat,” ujarnya.
Dengan pembelajaran ini, siswa tidak dikelaskan berdasarkan kecepatan belajar. Namun dengan sendirinya akan terlihat dari sistem dan jumlah SKS atau kredit yang telah ditempuh. Namun untuk pembelajaran, siswa berada dalam satu ruangan yang sama.
Menggodok aplikasi selama tiga bulan ini dengan tim IT dan guru-guru yang berkompeten, Asri mengaku optimis. Inovasi pembelajaran harus giat dilakukan menghadapi digitalisasi dan globalisasi. Tak hanya virtual learning, selama satu tahun terakhir ini SMAN 3 Malang telah memiliki sebuah aplikasi e-cafe Bhawikarsu, sebuah aplikasi pesan makanan.
Di aplikasi ini, tersedia makanan apa saja yang tersedia di kantin dan jumlah porsi yang masih ada. Setelah memesan melalui aplikasi, siswa mengambil makanan dalam kemasan tersebut. Dengan barcode, menunjukkan siswa telah mengambil pesanan dan secara otomatis saldo dalam deposito e-cafe akan berkurang.
Asri mengatakan, aplikasi ini hadir untuk mengatasi permasalahan limbah dan polusi yang diakibatkan oleh keberadaan kantin yang memasak makanan di sekolah.
”Kalau ada penjual yang memasak di sekolah, ada masalah polusi udara, limbah makanan, juga ada beberapa kemungkinan berbahaya karena api dari kompor, dan listrik untuk kulkas. Dengan e-cafe ini, makanan sudah berada dalam kemasan bersih jadi limbah sekolah sangat berkurang,” imbuhnya.
Digitalisasi yang lain juga meliputi fitur informasi akademik siswa berbasis android yang dapat diunduh oleh orang tua. Sehingga, mereka dapat melakukan pengecekan untuk nilai, absensi, dan managemen keuangan siswa.
”Dulu hanya sebatas sms gateway, sekarang kami kembangkan sehingga sejalan dengan teknologi sekarang ini. Informasi nilai dan kedatangan siswa terpantau oleh orang tua di rumah. Nantinya untuk managemen keuangan sekolah setiap bulan juga akan disampaikan secara berkala sehingga dari pihak provinsi bisa melihat cash flow sekolah, sesuai tidak dengan RKAS,” imbuhnya. (mg19/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top