Lawan Bully dengan Percaya Diri

MALANG - Salah satu cara untuk mengatasi ejekan yang kerap menimpa siswa, atau yang sedang populer disebut bully, adalah dengan percaya diri. Selain itu, seseorang harus meyakini bahwa dirinya adalah berharga. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Jasa Tirta Malang, Raymond Valian Ruritan, MT, saat dialog interaktif dengan siswa, dipandu oleh Kepala SMAINUS, Ari Ambarwati di sela acara Program Bantuan Bina Lingkungan Perum Jasa Tirta 1 di SMA Islam Nusantara, (26/7). 
"Apakah saya pernah dibully? Pernah. Namun yakinilah bahwa kita berharga untuk orang yang menyayangi kita. Apa yang diberikan Tuhan kepada kita, adalah ukuran terbaik menurut Dia," ujar Raymond.
Pertanyaan yang lain datang dari seorang siswa bernama Thalia tentang kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang Direktur Utama. Awalnya, Raymond kesulitan menjawab. Namun dia meyakini bahwa untuk menjadi seorang direktur utama, yang paling diperlukan adalah cita-cita.
"Salah satu cara untuk meraih cita-cita adalah sekolah. Di sekolah, kita belajar ilmu umum seperti matematika, geografi, kewarganegaraan. Untuk mendapat ilmu sosial, seseorang harus bermasyarakat. Dan ilmu ahirat didapat dengan mengaji dan sebagainya. Saya percaya, untuk menjadi seorang seperti Direktur Utama, ilmu yang dicari tidak hanya sebatas ilmu umum tapi ilmu yang tidak terlihat dan tidak dipelajari di sekolah," imbuhnya.
Dialog interaktif antara siswa SMA Islam Nusantara denga Dirut Jasa Tirta kota Malang tersebut terjadi di sela acara Program Bantuan Bina Lingkungan Perum Jasa Tirta 1. Tak hanya memberikan bantuan, Raymond juga memberikan motivasi dan menjawab beberapa pertanyaan dari siswa.
Raymond mengatakan, program ini merupakan perwujudan dari tagline BUMN "Hadir untuk Negeri". Bila dulunya dana CSR digunakan untuk pembangunan fisik misalnya pos ronda, tempat wudhu dna sebagainya, kali ini sasarannya pada peningkatan kualitas pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke masa depan.
"Agar tujuan hadir untuk negeri lebih mengena, maka kami mengarahkan pada mereka pemilik masa depan, seperti sekolah. Bantuannya kami harapkan untuk perbaikan perpustakaan, enterpreneur atau beasiswa. Namun kami fokus dengan sekolah yang mungkin masih belum banyak dijangkau," ujarnya.
Sedangkan motivasi dihadirkan agar program tak hanya meninggalkan bekal fisik di sekolah, namun juga bekal inspirasi bagi siswa. (mg19/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...