Peringati Tahun Baru Imlek Dengan Bersih Lingkungan


MALANG - Perayaan Tahun Baru Imlek di SMPK Santa Maria 2 Jalan Panderman Malang berlangsung unik dan penuh makna. Jika biasanya pesta perayaan tahun baru dilaksanakan dengan hura-hura dan sebagainya, tidak dengan di sekolah ini. Seluruh siswa yang berpakain serba merah, mereka memungut sampah yang ada di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
Pada Selasa (20/2), pukul 13.00 WIB, terlihat beberapa siswa membersihkan halaman sekolah dengan menyapu dan membuang sampah pada tempatnya. Ini merupakan sebuah gerakan SMPK Santa Maria 2 dalam mewujudkan lingkungan yang tetap bersih dan sehat.
Sampah yang berhasil dikumpulkan selajutnya didonasikan kepada masyarakat melalui komonitas F3R, yaitu Fasilitator Reduce, Reuse and Recycle. Bahkan banyak siswa yang membawa sampah-sampah anorganik dari rumah masing-masing. Seperti botol minuman bekas, kemasan makanan, dan sebagainya. Berbungkus kantong plastik besar, sampah-sampah itu mereka bawa dari rumah ke sekolah untuk didonasikan.
F3R merupakan sebuah komonitas di Kota Malang yang bergerak dalam bidang pemeliharaan lingkungan. Melalui F3R ini, sampah-sampah tersebut dijual dan hasilnya disalurkan kepada RT atau RW. Harapannya dapat membantu untuk perbaikan fasilitas kebersihan seperti gerobak, tong sampah dan lain-lain.
Pengurus F3R, Muttaqin Eko Wirawan mengatakan, pihaknya sengaja bekerjasama dengan lembaga pendidikan karena disitulah F3R dapat berbagai ilmu dengan para pelajar. Tidak hanya sebatas tentang kebersihan, tapi juga sampai pada pemanfaatan barang-barang bekas sehingga bisa kembali dimanfaatkan dengan sistem daur ulang. “Kami bersukur SMPK Santa Maria 2 memiliki respon yang positif terhadap program ini. Untuk selanjutnya kami juga berencana untuk melakukan kreasi dari barang-barang yang tak terpakai,” katanya.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPK Santa Maria 2 Anna Sri Supeni, S.Pd mengatakan di momen tahun baru Imlek kali ini, para guru mengajarkan pada siswa untuk peduli terhadap lingkungan. Jika biasanya ada kegiatan hiburan, namun tahun ini imlek diperingati lebih kepada penambahan wawasan siswa terhadap pemberdayaan sampah. “Bahwa lingkungan yang bersih dan sehat itu penting, sekaligus sebagai upaya untuk lebih menyadarkan mereka agar tetap menjaga dan melestarikan lingkungan,” katanya.
Oleh karena itu, SMPK Santa Maria 2 mendatangkan pengurus dari komonitas F3R untuk memberikan penyuluhan kepada siswa, utamanya dalam memberdayakan sampah. Pada kesempatan itu, usai kegiatan bersih lingkungan, seluruh siswa berkumpul di lapangan untuk memperhatikan penjelasan F3R. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dipilah, antara yang berbahan kertas, kardus dan plastik.
Selesai kegiatan dengan F3R, perayaan Imlek dilanjutkan dengan pembagian coklat dan buah jeruk kepada seluruh siswa. Bukan sekedar bagi-bagi, tapi dibalik kegiatan ini terkandung pendidikan yang sangat penting.
Menurut Anna, buah jeruk menjadi simbol persatuan dari banyak unsur. Dalam sebuah jeruk terkumpul ‘bulan-bulan’ yang bersatu menjadi satu buah jeruk utuh. “Maka kami ingin warga SMPK Santa Maria 2 yang heterogen, berasal dari berbagai suku, ras dan agama, menjadi satu padu dalam persatuan yang erat. Dengan saling menghargai dan menghormati satu sama lain, tanpa adanya konflik yang berasal dari perbedaan tersebut,” tuturnya. (imm/sir/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :