Limbah Printer Jadi Souvenir Berkualitas

MALANG -  Dosen ITN Malang Dr. I Komang Astana Widi, ST, MT dan dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Luh Dina Ekasari, SE, Ak, MM melakukan kegiatan  pengabdian masyarakat program Iptek bagi Masyarakat (IbM). Kegiatan ini membidik dua usaha kecil menengah (UKM) yang ada di Malang Raya, yakni UKM Limbah Printer di Mondoroko, Singosari dan UKM pengolahan plastik di Klayatan, Sukun. 
Kepada Malang Post I Komang Astana Widi, ST, MT menuturkan, produk yang dihasilkan dari program ini adalah berupa souvenir khas berkualitas. ITN sebagai penghasil teknologi mengenalkan bagaimana sebuah produk souvenir bisa menjadi lebih bagus dengan sentuhan teknologi. Sementara Unitri membantu dalam pemasaran dan manajemen keuangannya.
“Program sudah berjalan sejak Mei lalu, dan produk yang dihasilkan juga sudah siap dipasarkan,” ungkap I Komang Astana Widi kepada Malang Post.
Pria yang menjabat wakil dekan 1 Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang ini menuturkan, program ini bermula dari permasalahan limbah printer yang ada di kawasan Mondoroko. Di sana ada sebuah UKM bernama Progress Print Malang yang melayani jual beli printer bekas. Selama ini, kata dia, printer yang sudah tidak bisa berfungsi hanya dijual loakan saja. Agar nilai jual lebih tinggi, kemudian ada ide mengolah kembali limbah printer tersebut. Caranya, printer dipilah materialnya. Beberapa onderdil yang masih bisa dipakai dipergunakan untuk mengganti printer yang masih berfungsi. Sementara produk material berupa plastik menjadi bahan pembuatan souvenir. Untuk pengolahan, tim ITN dan Unitri memilih UKM Harapan Jaya yang ada di Klayatan, Sukun yang biasa membuat aksesoris raket. Limbah printer untuk bahan souvenir dicacah terlebih dahulu, kemudian masuk mesin injeksi untuk membuat bahan cetakan. Dalam proses ini, dilakukan uji analisis di laboratorium ITN. Yang dianalisa adalah cacat produk, ketangguhan dan kekuatan. 
“Kami mencoba memberi edukasi bagaimana menghasilkan produk yang berkualitas, karena itulah ada tahap pengenalan teknologi di kampus ITN,” bebernya.
Setelah produk dihasilkan dengan sempurna, kemudian akan ada pendampingan dari Unitri dalam pemasarannya. Target penjualan produk ini menyasar sekolah-sekolah dan kampus yang biasanya membutuhkan souvenir untuk wisuda. 
Widi, sapaan akrab I Komang Astana Widi menambahkan, selain pengolahan limbah, UKM binaan tersebut kini makin pandai memilah barang bekas saja. Pelaku UKM kini juga sudah terampil melakukan tes komponen mana yang masih bagus dan tidak. Dalam bidang pemasaran, UKM juga sudah terampil memasarkan secara online bahkan bergabung dengan grup-grup penjual barang bekas di internet. (oci/adv)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :