magista scarpe da calcio Siswa SMAN 5 Bisa Percepat Studi


Siswa SMAN 5 Bisa Percepat Studi



MALANG – Tahun ini,SMAN 5 Malang menerapkan model pembelajaran baru melalui unit kegiatan belajar mandiri (UKBM) pada kelas X. UKBM ini menunjang pelaksaaan pembelajaran sistem SKS yang bertujuan untuk memfasilitasi siswa mempercepat studinya.
“Untuk mempercepat studi, di SMAN 5 Malang tidak memformat kelas akselerasi. Tahun ini kami menerapkan sistem UKBM tapi mirip modul,” ujar Humas SMAN 5 Malang, Irma Ariyani MPd kepada Malang Post.
Modul UKBM ini dilakukan dengan sistem pembagian SKS. Semua materi pembelajaran wajib diberikan pada siswa dan dapat dikembangkan dengan media pembelajaran yang lain. Setiap mata pembelajaran memiliki indikator dengan sistem nilai secara keseluruhan.
Setiap siswa diberi kebebasan dalam hal waktu untuk menyelesaikan indikator-indikator yang harus dituntaskan. Sehingga siswa akan memperoleh pencapaian yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya.
“Misalnya siswa A,dia pandai dalam hal biologi materi tertentu, sedangkan siswa B pandai dalam materi lainnya. Sehingga SKS yang mereka tuntaskan jelas berbeda. Itu kebebasan yang diberikan untuk siswa,” bebernya.
Dalam praktiknya, pembelajaran sesuai UKBM ini perlu adanya pemantauan lebih dari pihak pembimbing akademik. Guru harus bertanggung jawab pada satu mata pelajaran. Pada siswa kelas X, disajikan sebanyak 16 mapel yang harus dituntaskan.
Bimbingan di kelas juga dilakukan oleh wali kelas dan BK. Hal inilah yang mampu mengidentifikasi siswa dengan signifikan karena juga disiapkan pengayaan dan remedial.
UKBM dalam penerapannya ampuh untuk mengukur kemampuan dan kecepatan belajar siswa, lanjutnya. Berbeda dengan kelas akselerasi yang sudah dikonsep sejak awal dengan pembagian siswa-siswa unggulan.
Mereka dituntut menyelesaikan SKS dalam kurun waktu yang lebih singkat. Sehingga dalam kegiatan belajar mengajarpun dilakukan berbeda. Modul ini tidak menciptakan kelas dengan sistem akselerasi.
“Kami tidak mengonsep seperti itu. Ketika di kelas semua dikondisikan dengan materi yang sama. Bagi yang sudah melampaui indikator di SKS lebih dulu maka akan menjadi tutor sebaya untuk teman-temannya,” tandasnya.
Dia menerangkan sejauh diterapkan selama ini belum mengalami kendala tertentu, termasuk keluhan dari guru. Justru dengan sistem ini mampu memunculkan tutor sebaya sehingga mempermudah pembelajaran guru. Penerapannya sendiri dipantau langsung oleh Direktorat Pembinaan SMA.
“Penerapan tahun ini, sambil jalan, sambil evaluasi. Ini jadi solusi kelas bukan aksel tapi mampu mewujudkan nilai kegotong-royongan,” imbuhnya. (mg3/oci) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :