Saint Joseph 2 Smart Competition 2018 Dimulai

 
MALANG - Saint Joseph 2 Smart Competition (SJ2SC) 2018 kembali digelar oleh SMPK Kolese Santo Yusup (Kosayu) 2. Ratusan siswa SD negeri dan swasta dari seluruh Malang Raya hingga tingkat Jawa Timur turut berpatisipasi untuk memeriahkan gelaran yang diadakan setiap tahunnya tersebut.
SJ2SC yang mulai gelar pada Kamis (22/2) kemarin, dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMPK Kosayu 2, Lusia Ari Kriswati S.Pd untuk kemudian ditandai dengan penyerahan bola kepada wasit. Perlombaan SJ2SC yang direncanakan berlangsung hingga Minggu (25/2) nanti akan dilangsungkan tiga jenis perlombaan. Yakni kompetisi futsal, tari dan kompetisi sains.
“Ini merupakan ajang setiap tahun yang kami gelar untuk berkarya, khususnya di bidang pendidikan. Sehingga nantinya kami ingin menyumbangkan calon-calon prestasi pendidikan di Kota Malang, baik dalam bidang akademik dan non akademik,” ujar Lusia Ari Kriswati kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, dari perlombaan yang digelar tersebut, mendapat apresiasi dan antusias dari SD di wilayah Malang Raya hingga Jawa Timur. Sehingga secara tidak langsung, SMPK Kosayu 2 nantinya selain melahirkan ganerasi unggul dan berprestasi bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya.
Ketua Panitia SJ2SC 2018, Theofilda W.D S.Pd menguraikan, perlombaan yang digelar setiap tahunnya itu selain mengalami peningkatan peserta juga penambahan jenis lomba. 
“Perlombaan sains sudah ketujuh kalinya digelar, namun untuk kompetisi futsal dan tari baru dua tahun ini,” terang Filda.
Rencananya, untuk kompetisi futsal yang dibuka kemarin akan dilangsungkan hingga Minggu, dengan diikuti 11 SD negeri swasta tingkat Kota Malang. Di mana dalam aturannya para pemain futsal muda-muda tersebut menggunakan sistem gugur dan diharap bisa belajar bermain dengan sportif dan mau belajar menerima kekalahan.
Sementara itu, untuk kompetisi tari akan digelar pada Sabtu (24/2) besok dengan diikuti sembilan regu dan diperkirakan masih bisa bertambah. Para peserta tersebut yang juga dari tingkat Kota Malang akan menampilkan tarian kontemporer. Yaitu gabungan antara tari modern dan tradisional.
Untuk puncak acara, akan digelar pada hari Minggu (25/2) dengan 85 regu sains. Satu regu terdiri dar 2 orang. Aturan yang akan digunakan dalam perlombaan sains nantinya terdiri dari beberapa babak, diantaranya penyisihan dan semi final.“Untuk masuk semi final akan diambil 15 kelompok, sedang untuk final akan diambil lima kelompok,” bebernya.
Pada sistem final, ia memastikan perlombaan tingkat Jawa Timur ini akan berlangsung menarik. Pasalnya sistem yang digunakan adalah sistem cepat tepat. Mulai dari praktikum, soal uraian hingga tawar menawar akan dilalui para peserta.
“Kami ingin dari kompetisi ini, anak-anak bisa mengembangkan kemampuan dalam bidang olahraga dan seni. Kami juga berharap, dari kegiatan yang dijalankan oleh anak-anak OSIS juga belajar bagaimana memanejemen sebuah kegiatan. Nantinya juga ada kegiatan bazar di sela-sela kompetisi untuk melatih kewira usahaan anak-anak,” pungkasnya. (eri/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...