Prof. Mudjia: Saya yang Dipilih

MALANG – Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) dikabarkan memiliki rektor baru. Sempat diwarnai polemik hingga molornya jadwal Pilrek, rektor incumbent Prof. Dr. Mudjia Rahardjo mengaku terpilih kembali sebagai rektor petahana UIN Maliki periode 2017-2022.
Melalui sambungan telepon, Mudjia mengatakan ia telah menerima SK dari Menteri Agama, semalam. 
“Saya terpilih kembali menjadi rektor UIN, SK sudah saya terima,” aku Mudjia kepada Malang Post. 
Mudjia menceritakan proses terpilihnya dia kembali. “Saya ditahan tidak boleh kembali ke Malang,dan ternyata saya terpilih kembali. Alhamdulillah,” ungkap Guru Besar linguistik ini dengan nada bahagia.
Mudjia berhasil mengalahkan dua calon rektor yakni Prof Khusnuridlo (IAIN Jember) dan Prof Abdul Haris (IAIN Surabaya) dipanggil oleh Kemenag di Jakarta. 
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) UIN Maliki Dr. H. Sutaman, MA ketika dikonfirmasi mengenai hal itu belum mau banyak berkomentar. Namun saat ditanya apa benar akan ada pelantikan rektor.
“Insya Allah,” ungkapnya singkat ketika ditanya soal kepastian pelantikan rektor baru tersebut.
Prof. Khusnuridlo yang sudah kembali ke Jember, ketika dihubungi Malang Post mengatakan, ia memang sempat ikut dipanggil ke Jakarta untuk tinggal menunggu SK. Khusnuridlo sebelumnya cukup optimis akan menerima SK tersebut.
Menurutnya Komisi Seleksi, yang terdiri dari Dirjen Pendidikan Tinggi Agama Islam, Direktur PTKIN, dan beberapa guru besar agama islam, tertarik dengan gagasan-gagasannya.
“Mungkin karena gagasan-gagasan saya yang saya ungkapkan, untuk memajukan UIN Malang nantinya” kata dia yang dihubungi via telepon oleh Malang Post ketika baru saja landing dari Bandara. 
Ia menceritakan, jika komitmennya membangun UIN Malang untuk lebih baik lagi nantinya, ia sampaikan di hadapan panitia seleksi.
“Ya tentu saja normatifnya, saya ingin memajukan UIN Malang, dengan berbagai strategi. Nanti saja kalau sudah waktunya bisa dikemukakan,” terang dia.
Seperti diketahui, perjalanan Khusnuridlo dalam bursa ini cukup menenangkan. Ia sempat didiskualifikasi karena dianggap memegang SK tidak sah. SK pencalonannya hanya ditandatangani wakil rektor IAIN Jember. Beberapa pihak mengatakan bahwa SK tersebut tidak sah karena tidak ditandatangani rektor. (sin/oci/ary)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...