LKS Dilarang, Sekolah Makin Kreatif Gali Sumber Belajar

 
MALANG – Dilarangnya penggunaan LKS (Lembar Kerja Siswa) membuat sekolah makin kreatif. Beragam sumber belajar kini dimanfaatkan sekolah baik dalam bentuk manual maupun online.
Waka Humas SMAN 5 Malang, Irma Ariyani S.Pd, mengatakan sebagai bahan ajar, sumber belajar siswa tidak boleh hanya terpaku pada satu sumber. 
“Sekarang ini materi pembelajaran terbuka dari segala arah. Sumber belajarnya banyak dari tidak menutup siswa untuk belajar dari yang lain, salah satunya dari internet. Dengan internet ini, bisa jadi siswa jutru lebih pintar dari gurunya,” tambahnya.
Untuk pembelajaran di kelas, siswa menggunakan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) yang isinya telah sesuai dengan kurikulum 2013. UKBM ini disusun dengan bertumpu pada peningkatan belajar siswa secara mandiri, disusun dengan urutan tingkat kesulitan dari terendah hingga kesulitan yang lebih tinggi, dan dapat mengakomodasi kebutuhan Sistem Kredit Semester (SKS) yang telah banyak diterapkan di SMA.
“Bahkan pada pelatihan kurikulum 2013, yang digunakan sebagai acuan ya buku tersebut. Di dalamnya ada materi dan soal-soal latihannya, formatnya kurang lebih sama dengan LKS,” kata Irma.
Lebih lanjut, Irma mengungkapkan bahwa dilarangnya LKS di sekolah merujuk pada pelarangan untuk menjual LKS yang kadang dilakukan oleh oknum guru. 
Sementara itu, LKS di jenjang SD digantikan oleh Buku Penunjang Pembelajaran (BPP) yang dibagikan secara gratis oleh pemerintah. Secara format, tidak ada perbedaan jauh antara LKS yang dulu menjadi salah satu bahan ajar siswa, dengan BPP.
”Formatnya hampir sama, ada materi dan latihan-latihan soalnya. Bentuknya dalam satu buku sesuai dengan tema pembelajaran, karena sekarang pembelajarannya sudah tematik,” ungkap Kepala SDN Lowokwaru 3, Tjipto Yuwono. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...