Universitas Ganesha Denpasar Kagum SDN Lowokwaru 3

 
MALANG - Ada banyak hal yang menarik dari kota Malang yang patut dipelajari, terutama dalam bidang pendidikan. Selain sigap dalam merespon program dari pemerintah pusat, penanaman karakter siswa menjadi perhatian. Hal tersebut disampaikan oleh Made Putra, salah satu dosen jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Ganesha Denpasar dalam kunjungan KKL di SDN Lowokwaru 3 Malang, kemarin.
"Di sini, penanaman nilai karakter diimplementasikan secara fakta, jadi bukan hanya bertajuk program saja. Juga dalam sistem penerimaan siswa baru yang telah mengacu sesuai dengan Permendikbud no. 17 tentang pagu sekolah. Di sana, sekolah yang benar-benar menerapkan peraturan tersebut masih terbatas di sekolah percontohan, sehingga satu kelas berisi hinga 40 siswa, sudah biasa,” kata Made.
Hal lain yang mendapatkan apresisasi dari Made, yakni program ekstra sekolah yang memuat kompetensi untuk mengasah siswa tak hanya dalam bidang kognitifnya saja. Itulah yang mendasari Made bersama dengan 140 mahasiswa dan dua dosen lain, untuk berkungjung ke SDN Lowokwaru 3.
”Kami membaca dari website sekolah dan media informasi bila SDN Lowokwaru 3 termasuk dalam sekolah favorit di lingkaran kota Malang. Jadi kami harus berkunjung ke sini,” imbuhnya.
Sebagai penyambutan, rombongan disuguhi dengan penampilan tari Bapang yang dibawakan oleh siswa, dan iringan yel-yel sekolah. Usai sambutan dan perkenalan profil sekolah, dilanjutkan dengan penampilan tari Sekar Jagad oleh empat mahasiswa Universitas Ganesha Denpasar. Selanjutnya, mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan masuk ke kelas untuk melihat kultur pembelajaran di SDN Lowokwaru 3 meliputi media, perangkat pembelajaran dan tanya jawab dengan guru.
Kepala SDN Lowokwaru 3, Tjipto Yhuwono mengaku awalnya dia mendapatkan permohonan kunjungan dari rombongan, yang kemudian mendapat informasi pula dari Kepala Dindik Kota Malang, Dra. Zubaidah, MM. Dengan kegiatan belajar tersebut, dia berharap apa yang didapat dari sekolah, dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen.
”Semoga yang didapat dari sini bisa diterapkan di daerahnya, dan lebih lanjut bila sudah menjadi guru. Dengan kepercayaan ini, secara tidak langsung memberikan semangat kepada guru untuk menjadi guru yang semakin profesional,” tutur Tjipto.
Profesionalitas tersebut, menurut Tjipto hadir tak hanya ketika mendapatkan kunjungan, namun diterapkan disiplin setiap hari meliputi penyiapan perangkat pembelajaran, RPP, buku jurnal pembelajaran, daftar penilaian dan daftar hadir siswa. (mg19/ oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :