Pertama di Jatim, SMKN 4 Malang Buka Jurusan Ilmu Logistik

 
MALANG – Bentuk tanggap cepat terhadap kebutuhan industri dan bentuk revitaliasi jurusan, SMKN 4 Malang tahun ini membuka jurusan baru yakni Teknik Pengelolaan Logistik. Jurusan ini dinilai memiliki keterserapan lapangan pekerjaan yang tinggi lantaran hampir semua bidang pekerjaan membutuhkan ilmu logistik untuk pengelolaan di gudang penyimpanan barang.
Kepala SMKN 4 Malang, Drs. H. Wadib Su’udi, M.M. , menjelaskan dibukanya kelas ini setelah melihatnya banyak peluang bagi lulusan di dunia industri. Terlebih, untuk saat ini banyak tenaga gudang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang tersebut.
“Hampir semua bidang membutuhkan tenaga ini, misalnya hotel, supermarket, pasti memiliki gudang. Di lembaga pemerintahan juga diperlukan saat pengadaan. Dan ilmu ini penting karena perilaku barang pasti berbeda, sehingga perlu perlakuan yang berbeda sesuai dengan jenisnya,” ujarnya.
Dalam spektrum pembelajaran jurusan Tata Kelola Logistik memuat beberapa kompetensi, diantaranya Pengenalan Material dan Sikap Kerja, Pengendalian Persediaan, Pengendalian Dokumen Administrasi Gudang, Sistem Distribusi, Sistem Informasi Gudang, bahkan juga diselipkan dengan Produk Kreatif dan Kewirausahaan.
”Semua lengkap dipelajari baik dari administrasi dan perlakuan barang untuk setiap jenis. Di restoran, jurusan ini dibutuhkan untuk penangangan buah dan sayuran. Jadi dapat dikatakan, semua bidang pekerjaan membutuhkan keahlian ini. Keculi di perkantoran tentu saja, karena barang yang diletakkan di gudang kantor biasanya disimpan karena tidak lagi digunakan,” ungkapnya.
Di PPDB tahun ini, satu kelas dengan jatah 36 siswa langsung terisi penuh. Awalnya pihaknya mengajukan permohonan untuk membuka dua kelas, namun belum mendapat persetujuan karena masih merupakan jurusan baru. Sehingga dia berharap, jurusan ini berhasil dengan baik dan dapat membuka kelas tambahan di tahun berikutnya.
”Di Kota Malang, hanya di SMKN 4 saja yang membuka jurusan ini. Mungkin di Jawa Timur juga hanya ada di sini,” ungkap Wadib.
Meski jurusan baru, namun terlihat antusiasme masyarakat masuk dalam kategori tinggi. Selain karena faktor promosi yang gencar dilakukan sekolah menjelang pelaksanaan PPDB, hal ini juga dimungkinkan karena kesadaran masyarakat untuk tidak terpaku hanya pada jurusan yang sebelumnya telah populer dan mulai jenuh. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...