Ketua MPR RI: Jangan Biarkan Walikota Selingkuh

MALANG – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr (HC) Zulkifli Hasan SE. MM menyosialisasikan empat pilar demokrasi kepada para mahasiswa dan dosen di UIN Maliki, kemarin. Dalam paparannya Zulkifli menekankan untuk tetap menjaga keutuhan demokrasi jelang pilkada 2018.
“Negara kita berlandaskan demokrasi Pancasila, yang memberikan kedaulatan kepada rakyat,” kata Zulkifli. 
Ia pun mengulas lagi, tentang prinsip demokrasi, yakni dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Yang artinya sepenuhnya NKRI milik rakyat.
Ia berpesan, jelang momen Pilkada 2018, kedaulatan jangan sampai dituntut dengan apapun. Jadi rakyat harus bisa berdaulat sepenuhnya pada pilihan, dan jangan sampai kedaulatan hilang.
”Jelang pilihan walikota, jadilah rakyat yang berkuasa dan tidak tunduk pada apapun. Pada janji uang, proyekan dan segala macam transaksional lainnya,” lanjut Zulkifli.
Ia menegaskan sekali lagi, jangan sampai rakyat memilih karena dibayar, karena sembako dan memilih karena janji manis apapun yang bersifat transaksional. 
“Kalau begitu yang dilakukan rakyat, maka walikota, bupati atau gubernur yang dipilih akan selingkuh dengan yang punya uang dan proyekan,” tandasnya.
Selain itu, ia juga berpesan, jangan sampai memilih dengan utang budi. 
“Sebab, selingkuh itu karena ada hutang budi. Jadi rakyat harus memilih sesuai dengan hati nurani dan pelajari sungguh-sungguh calon psangan. Karena itu PRinsip demokrasi,” kata dia mencoba menekankan.
Selain itu, jika rakyat sudah berdaulat, Zulkifli mengatakan, itu berarti mereka sudah mematuhi rambu-rambu pilar demokrasi yang terdiri atas, Pancasila, NKRI, UUD dan Bhineka Tunggal Ika. 
“Kalau mereka bisa menrapkan itu. Mereka bisa menunjukkan manusia pancasila yang patuh pada UUD  45,  dan berpegang pada persatuan dan kesatuan yakni bhineka tunggal ika. Siapapun calonnya, harus dipilih sesuai hati,” lanjut dia.
Zulkifli berpesan sekali lagi, untuk menerapkan demokrasi ketika nanti Pilkada. Jangan sampai salah pilih, jadilah rakyat yang memegang teguh kedaulatan serta empat pilar demokrasi. Agar nantinya, lanjut dia, kesejahteraan negara dan ketenangan akan terbentuk. (sin).
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :