Tari Geretan, Ciptaan Guru SDN Dinoyo 3 Juara di Jatim

SETELAH perjuangan panjang di tingkat gugus, kecamatan, dan tingkat kota Malang, akhirnya ketiga siswi SDN Dinoyo 3 Malang meraih juara 1 dalam tari kreasi baru Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2017 tingkat Provinsi pada 26 – 27 Juli lalu. Namun bukan berarti usaha mereka berhenti. Tak kurang dari sebulan, ketiganya akan melaju ke jenjang nasional.
”Predikat juara ini kami lalui dengan proses yang tidak mudah. Mulai dari di tingkat gugus hingga kota kemarin, kami lakukan perbaikan dari segi gerakan, musik, dan kostum berdasarkan pada kritik dan saran. Untuk ajang nasional ini, berarti kami harus berjuang lebih lagi,” ujar Kepala SDN Dinoyo 3, Suryani S.Pd, M.Pd.
Melody Puspa Nafasha Kasih, Ajeng Maisunu Putri, dan Rizkyka Ayudiap Sari, ketiganya siswa kelas 5, berhasil memukau tiga juri dengan membawakan tari Geretan, yang merupakan karya asli dari guru tari SDN Dinoyo 3. Tari Geretan menceritakan permainan anak-anak kota Malang di zaman dulu. Diceritakan Suryani, dulunya di kawasan Wilis kota Malang terdapat banyak pohon palem. Penutup bunga palem yang jatuh ke tanah, digunakan anak-anak untuk bermain geret-geretan.
”Tari geretan ini gerakannya seperti permainan anak-anak. Setiap gerakan ada maknanya dan harus bisa menjelaskan. Ini hasil kaya sekolah kami. Mungkin gerakan dan kostumnya bisa ditiru, namun untuk menjelaskan maknanya, pasti tidak bisa. Seperti, selendang peruntukan dalam tarian ini untuk apa, ” imbuh Suryani.
Sebenarnya, aroma kemenangan telah tercium sejak ketiga siswa turun dari panggung. Semula hanya beberapa orang yang meminta foto bersama, hingga kemudian Kabid Dikdasmen Provinsi Jawa Timur, juga mengajak berpose bersama.
”Sampai saya berfikir, apakah ini pertanda anak-anak akan pulang sebagai juara?” kata Suryani.
Bukan hanya keluwesan, namun orisinalitas menjadi hal yang terpenting dalam gelaran ini. Setiap gerakan yang ditampilkan dan kostum penari didesain bukan dari segi keindahannya saja, namun juga memiliki makna yang kemudian tertuang dalam script tarian. 
Suryani berencana untuk mengurus hak cipta dari tari Geretan sebagai karya asli dari guru sekolah, mengingat keorisinalitasan dan kreasi tari tersebut mendapatkan apresiasi tinggi juri dari Dinas Kebudayaan, Budayawan, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Mempersiapkan ajang nasional, sekolah sedang menggodok lagi gerakan, iringan musik dan kostum baru berdasarkan dari kritak dan saran yang diterima pada ajang di provinsi kemarin.
“Guru tari sedang mendesain gerakan yang baru dan penyempurnaan, dan itu berarti juga harus mengubah musik tariannya. Ini sedang kami koordinasikan, semoga semua berjalan lancar dan anak-anak bisa pulang dengan predikat membanggakan,” pungkasnya. (mg19/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :