Koreksi Soal Essay, Disdik Siapkan Korektor Adil


MALANG - Dinas Pendidikan (Dindik) kota Malang menggelar koordinasi UASBN untuk sekolah-sekolah di kecamatan Blimbing, Sabtu, (24/2). Salah satu pembahasannya adalah kesiapan siswa SD menghadapi soal UASBN model essay.
“Saya rasa siswa SD di kota Malang sudah siap. Selama pengamatan siswa juga telah diterapkan sistem soal uraian. Jadi siswa setidaknya telah terbiasa,” tanggapan Koordinator Pengawas TK SD Dindik kota Malang, Drs Zainullah MPd kepada Malang Post.
Zainullah mengharapkan, siswa sudah siap dan terlatih. Peran pengawas juga diperlukan untuk mengingatkan kembali siswa untuk wajib menjawab seluruh soal uraian karena akan tetap ada pointnya. Dia menegaskan tujuan dari soal uraian tersebut adalah memberi keleluasaan anak tidak hanya memilih namun juga dituntut melalui proses penalaran.
“Ini memang hal baru sehingga perlu koordinasi yang matang,” lanjutnya.
Dia menerangkan, justru dari segi koordinasi sekolah yang harus dibahas dengan matang seperti teknik pengumpulan lembar jawaban kompetensi (LJK) uraian, sirkulasi dari sekolah atau posko, pengoreksian yang jujur valid, adil dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau pilihan ganda kan jelas pakai sistem scan tapi uraian tentu harus dikoreksi secara manual sehingga tahapan pengoreksian dua kali dengan sistem guru pengoreksi akan disilang,” imbuhnya.
Proses pengoreksian khususnya antar sekolah se-kecamatan harus dikoordinasikan dengan baik. Hal yang perlu dipersiapkan salah satunya, kepanitiaan di sekolah, kriteria kelulusan, pengawas ruangan, korektor per SD, dan kepanitiaan posko kecamatan. Sehingga seluruh sekolah harus siap pikiran, tenaga, dan dana.
“Untuk yang perlu disiapkan sekolah, setiap ruangan harus siap dua pengawas, sementara korektor per SD yang dikirim setiap sekolah sebanyak satu sampai dua orang yang dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan mapel,” tandasnya.
Zainullah menambahkan, target untuk koreksi scan setidaknya selama 10 hari harus sudah selesai. Setelah pengoreksian tahap scan, maka dilanjutkan pengoreksian tahap manual untuk soal uraian. Prosedurnya, naskah diambil di posko kemudian LJK di posko dikirim ke pengawas. Setelah itu, pengawas akan memberi kode untuk setiap kecamatan agar mudah pengoreksian. “Kalau kode akan disesuaikan seperti sekolah di kecamatan Blimbing akan diberi kode B,” bebernya.
Selama rapat terakhir menjelang try out satu ini, pengawas telah mengevaluasi kesiapan dalam hal ruangan. Menurut pantauan, ruangan yang telah disiapkan seluruh sekolah sudah cukup dan harus disesuaikan dengan rombelnya. Dia mengaku kendalanya adalah tenaga pengoreksi yang harus disiapkan sesuai jumlah siswa serta pengawasan naskah pada penyimpanan rahasia. “Tahap koordinasi lebih detail untuk teknis penguraian akan dilakukan tanggal 3 Maret nanti,” pungkasnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...