Perkuat Mahasiswa Bela Negara

 
MALANG - Gradasi moral dan wawasan kebangsaan di kalangan mahasiswa menjadi bahasan serius para wakil rektor III bidang kemahasiswaan. Menangkal gerakan radikalisme dan anti Pancasila merupakan tanggungjawab bersama.   
Hal ini terungkap dalam sarasehan para wakil rektor III bidang kemahasiswaan  yang  mendampingi peserta MTQMN XV tahun 2017. Sarasehan digelar di gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM). 
Direktur Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Dr. Didin Wahidin, M.Pd mengatakan, sebagai seorang pendidik yang dekat dengan mahasiswa, sangatlah penting untuk menciptakan dan mengembangkan kesatuan visi dalam  mendidik.
“Saat ini kita sering melihat gradasi moral yang terjadi pada mahasiswa, keadaan mahasiswa menjadi memprihatinkan dengan kurangnya tanggung jawab moral, mudahnya disusupi ideologi radikal dan anti Pancasila,” katanya.  “Oleh karenanya kita harus menyamakan visi untuk berjuang bersama menangkal dan membentengi mahasiswa kita dari ideologi-ideologi yang dapat memecah belah persatuan bangsa,”sambung Didin Wahidin. 
Lebih lanjut dia mengatakan, Indonesia akan lebih maju bila setiap generasi muda, dalam hal ini mahasiswa memiliki tanggung jawab dan kepedualian serta kesadaran untuk mengembangkan negara ini kearah yang lebih baik. “Mahasiswa kita telah menjadi agen perubahan bagi masyarakat Indonesia. Melalui kegiatan sarasehan ini saya mengajak seluruh wakil rektor bidang kemahasiswaan untuk dapat membuat format kegiatan mahasiswa yang bersifat kecintaan dan kebanggaan pada negaranya,” kata dia.
Dalam sarasehan ini juga diadakan diskusi dan dengar pendapat mengenai skema dan teknis pelaksanaan MTQMN mendatang. Salah seorang peserta sarasehan dari Sumatera Utara mengusulkan agar semua yang hadir dapat bersepakat bahwa MTQ dapat melibatkan seluruh PTN dan PTS di Indonesia.
“Kita dapat membuat skema atau teknis pelaksanaan lomba dengan memulai seleksi lombanya tingkat regional yang menjadi kreasi untuk sampai pada level nasional,”ungkapnya.
Momen berkumpulnya para wakil rektor atau pimpinan kemahasiswaan ini juga ditandai dengan deklarasi bersama seluruh peserta sarasehan. Deklarasi bela negara ini menjadi sangat penting dilakukan agar para punggawa memiliki semangat persatuan dan kesatuan serta visi untuk mengembangkan pendidikan mahasiswa yang berkarakter.(sin/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :