Rektor UIN Maliki Tancap Gas, Selasa Mulai Kerja

MALANG -  Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Prof Abdul Al Haris Al Muhasibi M.Ag, mulai menunaikan tugasnya Selasa (1/8) mendatang. Sehari pasca dilantik,  ia kembali ke Surabaya. Selasa pagi, Ia akan langsung menuju Malang dan mulai menunaikan tugasnya.
“Selasa saya insya Allah sudah mulai menjalankan tugas baru ini. Rencananya, saya ke Malang sendirian, belum membawa keluarga. Pelan-pelan saja dulu. Lalu hari rabu, saya berencana berpamitan di kampus lama (UIN Sunan Ampel Surabaya),” katanya.
Lega dengan semua proses dan hasilnya, Haris sempat menyeletuk. “Lega, semuanya sudah usai. Setelah sempat molor dan ribet. Seharusnya Pilrek tidak perlu sampai membuang waktu lama. Saya sampai lupa pernah mengikuti Pilrek ini,” ujar dia dengan nada tertawa.
Ia mengaku sempat terkejut saat dihubungi Kemenag melalui telepon. Kamis malam, tepat pukul 19.00 setelah salat Isya, ia menerima telepon dari Kemenag. “Katanya, besok (Jumat) ada pelantikan. Saya diminta datang ke Jakarta. Seketika itu juga saya kaget dan terkejut. Langsung memesan pesawat,” kata Mantan Ketua Jurusan Ilmu Tarbiyah UIN Sunan Ampel Surabaya ini.
Ia yang sejak Senin malam sudah diizinkan untuk kembali ke Surabaya, bahkan tidak ada pikiran sama sekali bisa terpilih dalam bursa rektor UIN Maliki. “Setelah saya tes ujian di hadapan dewan seleksi, saya pun langsung pulang kembali ke Surabaya. Tanpa berharap apapun, saya pulang dengan enteng. Sebab serangkaian tes sudah usai,” jelas dia.
Setelah mendapat berita itu, ia memesan tiket pesawat untuk berangkat bersama istri dan empat anaknya. Haris mengaku, keluarga kecilnya itu sengaja meninggalkan kesibukan demi mendampingi dirinya.  “Anak-anak tidak tega dengan ayahnya. Bukan karena ingin mengikuti proses pelantikan, namun mereka tidak ingin, ayahnya seorang diri pergi ke ibukota,” katanya. 
Setelah pelantikan, ia pun tidak melupakan mendiang orang tuanya. Ia meminta doa restu kepada kedua orangtua, yang telah mendidik dan membesarkannya, dalam hati. “Orangtua saya sudah meninggal. Tapi, hubungan batin tetap ada. Mereka telah mendidik saya hingga dipercaya seperti ini. Jadi, Mengemban tanggung jawab besar pun harus tetap ingat mereka,” kata dia. Selain itu, bagi dia, karirnya saat ini tidak lepas dari teladannya kepada kedua orangtuanya.
Saat ini, harapannya, ia bisa membangun UIN Maliki lebih baik lagi. Mendapat tanggungjawab besar seperti ini, membuatnya belajar lebih lagi dari kehidupan. “Jabatan hanya titipan. Yang saya utamakan, adalah memberikan yang terbaik, untuk UIN menjadi lebih baik,” kata guru besar yang hobi menulis puisi ini. Malam pasca pelantikan, Prof. Haris juga menjawab wawancara Malang Post dengan untaian puisi tentang pelantikan dirinya sebagai Rektor UIN Maliki.
Ia tidak pernah bermimpi menjadi seorang rektor. Jangankan memimpin sebuah kampus besar, menjadi seorang dosen dan guru besar bukan cita-citanya. “Orangtua saya dulu inginnya saya menjadi  tentara, tapi entah kenapa saya kurang sreg saat itu,” cerita dia.
Dosen yang meraih guru besar di tahun 2007 ini akhirnya merayu ibu dan bapaknya agar diizinkan kuliah di jurusan ilmu pendidikan agar dia bisa menjadi guru. “Saya berhasil meminta izin orangtua untuk mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab di IAIN Sunan Ampel Malang (sekarang UIN Malang). Saya meyakinkan kepada mereka, kalau saya bisa berhasil walau tanpa harus menjadi tentara,” terang Haris.
Ia menunjukkan hal itu. Bukan hanya sukses menjadi guru besar, tapi juga berhasil menjadi rektor. Jabatan yang sempat diperebutkan ini kini diembannya. Program yang akan ia tetapkan nantinya, adalah memperbanyak profesor sebab UIN Maliki saat ini hanya mempunyai 5 profesor.
“Saya akan memunculkan panggilan jiwa para dosen untuk rela mengemban tugas sebagai guru besar. Saya akan terus menggembleng mental mereka. Sebab mental itu yang penting. Untuk fasilitas dan sarana, nanti bisa diupayakan sambil jalan. Yang terpenting adalah jiwa mereka,” tandasnya. Haris melanjutkan, untuk program lain, ia masih akan mempelajari. Terlebih untuk Tri Darma perguruan tinggi tidak lupa ia masukkan dalam list program kerjanya. 
Ketua Senat UIN Maliki, Prof. Imam Suprayogo mengatakan, siapapun yang menjadi rektor ia berharap bisa membawa UIN ke arah yang lebih baik. “Walaupun rektor baru, saya percaya keputusan Pak Menteri sudah yang terbaik. Saya harap bisa memberikan yang terbaik. Hanya itu harapan saya sebagai ketua senat,” kata dia. 
Sementara, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Zainuddin, MA, juga mengharapkan, dengan hadirnya wajah baru ini, bisa memberikan nafas segar bagi UIN Maliki. Khususnya untuk program-program yang mendukung kegiatan akademik UIN. “Semoga kualitas akademik UIN, bisa menghasilkan prestasi dan sumberdaya yang kian berkualitas. Baik dari segi dosen ataupun mahasiswa,” kata dia.
Wakil Rektor III, Dr H Agus Maimun, juga menginginkan rektor baru bisa membawa mahasiswa untuk lebih meningkatkan prestasinya. “Saya harap, Unit kegiatan mahasiswa (UKM) bisa terus ditingkatkan kualitsnya. Bagi yang sudah baik, dipupuk lagi terus. Dan bagi yang belum, agar nantinya bisa dipacu dan didorong, agar setiap UKM yang dipunyai UIN bisa berjaya baik nasional maupun internasional,” pungkasnya.(sin/han)
 

Berita Lainnya :