Hari Pertama, 70 Orang Gagal Daftar di MTsN 1


MALANG - Sebanyak 70 orang harus menelan kekecewaan karena gagal mendaftar di MTsN Malang 1. Saat proses verifikasi berkas, kemarin, panitia menemukan sejumlah pendaftar yang tidak sesuai dengan ketentuan. Seperti diketahui, pada jalur unggulan dan prestasi yang saat ini dibuka, panitia menerapkan beberapa aturan. Misalnya, prestasi yang didaftarkan minimal jenjang provinsi, dan nilai rapor siswa minimal 8.
“Untuk perkembangan hari pertama, jumlah peserta verifikasi sebanyak 220, sedangkan yang sudah lolos verifikasi ada 150 siswa,” ujar Ketua Panitia PPDB MTsN 1, Winarta kepada Malang Post kemarin.
Tahap verifikasi sebenarnya lebih mudah karena hanya mencocokkan data yang dibawa wali murid, lanjutnya. Namun data tersebut wajib sesuai dengan persyaratan. Seperti halnya berkas yang dibawa jika siswa masuk jalur prestasi, maka sertifikat yang dibuktikan harus sesuai. Saat masuk jalur unggulan, wali murid harus membawa berkas data yang membuktikan siswa tersebut berprestasi dan memiliki peringkat.
“Ada yang tidak sesuai, yang belum lengkap berkas disarankan kembali verifikasi hari berikutnya, jika tidak memenuhi syarat baru disarankan ikut jalur reguler,” imbuhnya.
Kendala proses verifikasi pada hari pertama yakni software yang overload. Namun Winarta mengakui hal tersebut dapat langsung diatasi. Terlebih sekolah juga menyiapkan empat unit PC untuk wali murid yang terkendala verifikasi. Selain itu, pada proses penomoran peserta dilakukan secara manual karena terjadi masalah pada pencetakan.
“Akhirnya penomoran peserta dilanjutkan secara manual takut tidak sinkron karena sempat terjadi masalah,” bebernya.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, siswa yang akan mendaftar jalur ini sebanyak 500 siswa. Dia menerangkan kemungkinan siswa yang lolos hanya 250 siswa. Sementara jalur reguler siswa yang mendaftar dapat mencapai 1.300 siswa.
“Siswa yang mendaftar akan diseleksi lagi lewat test akademik pada 4 Maret dan psikotes pada 5-7 Maret. Setelah seleksi baru kita tahu berapa siswa yang diterima. Kita sudah menyiapkan standarisasi hasil kompetensi test akademik peserta,” pungkasnya.
Salah satu calon wali murid, Nora Andrita meski mengaku tidak masalah terhadap input data. Namun dia harus antre lama, tentu karena antusias calon wali murid yang tinggi. Dia mempertimbangkan putranya yang sekolah di SD Anak Saleh dapat meningkatkan ilmu agama di MTsN 1. “Ini tinggal verifikasi dan antre dari tadi pagi. Nanti akan dapat kartu peserta dan berharap sekali anak saya lolos,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 1, Dr. Syamsudin MPd menegaskan akan menerima siswa jalur unggulan dan terpadu sebesar 50% dan sisanya jalur reguler. Pada tahap verifikasi pertama saja, 200 siswa MIN 1 Malang dari 270 total siswa sudah mendaftar. Kendala PPDB tahun kemarin, pihak sekolah sudah memfasilitasi PC bagi yang belum mengerti tahapannya. Namun sejauh ini, PPDB dengan sistem online lebih mudah dijalankan dan diharapkan tidak ada kendala. “Selama ini belum ada laporan terkait kendala, tapi mudah-mudahan tidak ada kendala. Kami berupaya untuk hal teknis dapat memfasilitasi wali murid sehingga tidak ada keluhan,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :