Direkrut PLN, Mahasiswa Polinema Jalani Diklat di Yon Armed


MALANG – Sebanyak 48 mahasiswa baru program studi Teknik Listrik Jurusan Elektro Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengikuti penutupan kegiatan Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) Program D III di Batalyon Artileri Medan 1/Ajusta Yudha (Yonarmed 1/Roket) Senin (26/2). Pertunjukan demi pertunjukan dipamerkan oleh mahasiswa di depan para jajaran Direktur Polinema, pelatih hingga orang tua mahasiswa yang datang.
Hasil latihanan selama dua minggu diperagakan maksimal oleh para mahasiswa, mulai dari pertunjukan bela diri pencak silat yang merupakan warisan dari dan tradisi dari nusantara serta seni bela diri TNI AD yang mematikan bernama yong moodo dari Korea. Pertunjukan itu juga diiringi dengan gerakan seirama dari peserta lainnya yang meneriakkan yel-yel penyemangat “PLN-Polinema Jaya” berkali-kali. Tak hanya itu, aksi memukau dari mahasiswa dengan memcahkan es batu balok bersambut dengan apresiasi tepuk tangan.
Terikan yel-yel penyemangat tersebut selalu ditekankan oleh perserta, karena program tersebut merupakan kerja sama PT PLN (Persero)- Polinema tahun akademik 2017/2018 yang diikuti oleh mahasiswa terpilih untuk nantinya langsung direkrut kerja sebagai tenaga ahli di PT. PLN.
Direktur Polinema Drs. Awan Setiawan M.M mengatakan, kegiatan Latihan Dasar Kedisiplinan Program D III tersebut merupakan kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2010.
“Kegiatan yang berlangsung selama dua minggu ini merupakan anggkatan ke tujuh yang berbeda dengan mahasiswa reguler. Pasalnya mereka yang mengikuti LDK adalah mahasiswa-mahasiswa yang terpilih,” ujar Awan kepada Malang Post.
Sejak 14 Februari, para mahasiswa mengikuti diklat tersebut. Tujuannya untuk membangun kemandirian, kerja sama, pengembangan wawasan kebangsaan dan kedisiplinan mahasiswa Polinema agar diterapkan dalam bidang akademik hingga dunia kerja.
Ia menjelaskan, mahasiswa terpilih tersebut sebelumnya harus melewati beberapa tahapan tes untuk masuk dalam dua kelas prodi Teknik Listrik. Dengan beberapa tahapan yang harus dilewati yang diantaranya tes akademik, psikotes, kesehatan dan interview. Hal itu dikarenakan prodi Teknik Listrik Polinema telah melakukan kerja sama dengan PT. PLN. Sehingga sebanyak 48 mahasiswa saat lulus kuliah langsung akan mengikuti pra jabatan di PT. PLN.
“Dari kerja sama tersebut, melalui program ini kami ingin mahasiswa Polinema, khususnya Teknik Listrik memiliki wawasan kebangsaan, kedisiplinan, mental dan etos kerja yang tinggi. Sehingga kualitas lulusan tidak perlu dipertanyakan. Baik dari sisi akademik dan loyalitas mereka,” tegasnya.
Awan juga berharap, ke depan Polinema dengan PT. PLN akan melanjutkan kerja sama yang yang semakin bagus. Ia juga menambahkan, ke depan pihaknya juga akan melakukan peningkatan kerja sama dengan berbagai perusahan besar, baik dalam dan luar negeri. Seperti yang telah direncakan ke depan, diantaranya adalah PT Bukit Asam, PT. Petro Kimia Gresik dan PT. Cargill Indonesia yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produk dan layanan pangan, pertanian, keuangan dan industri di Indonesia.
Supervisor Organisasi dan Pengendalian Tenaga Kerja PLN Jawa Timur, Drs. Samsul Hadi juga mengatakan bahwa kerja sama yang telah lama terjalin tersebut telah banyak banyak mencetak tenaga ahli dari Polinema yang bekerja di PT. PLN. Di mana lulusan dari Polinema akan langsung masuk sebagai pegawai, dengan beberapa kriteria penilaian yang cukup tinggi.
“Yang jelas dari kerja sama dan program LDK ini, kita ingin para ahli yang nantinya bekerja di PT. PLN memiliki kualitas maupun mentalitas. Karena harus sesuai dengan kriteria. Dan kita sangat konsen terhadap hal itu, yang nantinya integritas kedisiplinan, loyalitas dan kejujuran calon ahli sudah disipakan disini. Didamping itu kemampuan mereka untuk berkompetisi,” beber Hadi kepada Malang Post.
Dalam pelatihannya, diungkapkan oleh Komandan Upacara Lettu Arm Lulu Yulandara mengatakan materi telah dijalani oleh para peserta diantaranya adalah,  psikologi lapangan, proxy war, PBB, team work, caraka malam, out bond dan masih banyak materi lainnya. Selain itu, beberapa materi militer juga diberikan sebagai pengenalan seperti pengenalan kesegaran jasmani, pengenalan navigasi, dan pengenalan seni bela diri militer seperti karate dan bimbingan pengasuhan atau bimsuh.
Salah satu peserta, Aldho Yudha F bersama rekan-rekannya sangat senang dan antusias dengan program tersebut. Selama dua minggu ia mengikuti telah mempersiapkan dengan baik. “Ada banyak yang saya pelajari, mulai dari hal kecil dan utamanya kedisiplinan. Di mana nanti bisa saya terapkan dalam dunia akademik dan kerja,” pungkasnya. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :