Ayo Semangat Sambut UNBK


MALANG - Di jenjang SMP, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak hanya diikuti siswa sekolah reguler saja. Ada ratusan siswa sekolah terbuka yang akan menjalani ujian akhir ini.
SMPN 17 salah satunya, yang juga bertugas menyiapkan 30 siswa SMP Terbuka siap UNBK. Namun sekolah yang berdiri bersama SMP Terbuka ini mengaku terkendala pada tingkat kesadaran siswa SMP terbuka yang rendah untuk mengikuti try out.
“Ada saja yang tidak hadir ketika try out, jumlahnya bisa 7-9 siswa,” ujar Waka Kesiswaan SMPN 17 Malang, Sudarto SPd kepada Malang Post.
Ini disebabkan juga dari kurangnya peran serta orang tua, lanjutnya. Pada evaluasi pelaksanaan try out kemarin, siswa SMP terbuka masih banyak yang terlambat. Hal ini tentu mengganggu try out siswa lainnya.
“Kesadaran untuk meningkatkan prestasi bagi mereka itu kurang,” imbuhnya.
Lebih sering guru juga menjemput siswa untuk mengikuti try out. Namun mendapat respon yang kurang baik dari wali murid. Sekolah mengaku merasa kesulitan jika harus menjemput satu-satu siswa SMP Terbuka untuk mengikuti ujian. Kepedulian orang tua saja dianggap masih kurang. Padahal sekolah berupaya maksimal.  
Kesadaran masuk sekolah yang masih kurang menjadi kendala lain mengingat seluruh siswa baik reguler maupun SMP Terbuka juga harus mampu ujian menggunakan komputer. Sehingga persiapan siswa harus maksimal. Tahun ini siswa reguler SMPN 17 Malang terdata 275 sebagai peserta UNBK, dan 30 siswa SMP Terbuka.
Di SMPN 18 Malang, ada 24 siswa sekolah terbuka yang harus dipersiapkan pada UNBK tahun ini. Sekolah memberikan bekal yang sama dengan siswa sekolah reguler.
Waka Kurikulum SMPN 18, Joni Sutaryono SPd MPd mengaku, tidak mengalami kendala selama proses pelaksanaan try out baik dari siswa reguler maupun terbuka. Selama pemantauan pihak sekolah, 24 siswa terbuka SMPN 18 Malang dinilai sadar akan persiapan UNBK. Hal ini dibuktikan dari kehadiran siswa selama mengikuti ujian.
“Kalau tahun lalu, ada tiga anaklah yang sering tidak masuk sekolah. Jadi kita jemput ke rumahnya pas ujian. Namun tahun ini, siswa terbuka dinilai rajin terlebih menjelang ujian ini,” tandasnya.
Tahun ini, kali pertama SMPN 18 menjalankan UNBK secara mandiri. Sebelumnya, sekolah bermitra di SMAN 9.
Tahun ini terdata sebanyak 352 peserta UNBK di SMPN 18 Malang. Sekolah menyiapkan perangkat komputer sebanyak 130 unit terdiri dari 50 unit pinjaman dari wali murid, dan 25 unit bantuan dari Dinas Pendidikan kota Malang. Sarpras saat ujian dilengkapi dengan 7 server pada 5 ruang dan terselenggara sebanyak 3 sesi.
SMP Terbuka merupakan satu alternatif subsistem pendidikan formal yang menerapkan prinsip pembelajaran secara mandiri. Di SMP Terbuka, siswa belajar dengan bantuan seminimal mungkin dari guru atau orang lain dan menggunakan modul sebagai bahan ajar utama. SMP Terbuka bertujuan memberikan kesempatan belajar yang lebih luas kepada anak-anak lulusan SD/MI atau sederajat yang tidak dapat mengikuti pendidikan SMP Reguler karena berbagai hambatan yang dihadapinya.
SMP Terbuka merupakan alternatif layanan pendididikan yang diperuntukkan bagi anak-anak yang tidak bisa mengikuti sekolah regular karena alasan tertentu, namun ingin memiliki ijazah pendidikan formal. Karena itu Kemendikbud memfasilitasi anak-anak dengan kondisi tersebut melalui SMP Terbuka, di mana siswanya terdaftar di SMP Induk, namun kegiatan belajar mengajarnya berlangsung di tempat kegiatan belajar (TKB), sama dengan Program Paket A, B, atau C. (mg3/ oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...