SMP Terbuka 2 Numpang UNBK


 
MALANG - Tahun ini, SMP Terbuka 2 yang menginduk di SMPN 16 Malang akan menyelenggarakan UNBK di sekolah lain. Rencananya, siswa akan menumpang ujian di SMKN8.
“Tahun lalu, siswa terbuka ikut UNBK di SMPN 16, tapi tahun ini kami titipkan ke SMKN 8,” ujar Waka SMP Terbuka 2 Indarto Rochmad SPd.
Indarto menjelaskan, siswa SMP Terbuka 2 selama ini dinilai belum maksimal dalam mengikuti pelajaran. Tak heran karena sebagian siswa berasal dari berbagai latar belakang keluarga yang membuat mereka terkendala untuk sekolah seperti siswa reguler umumnya.
Mereka juga sering dicap malas erat kaitannya soal absensi. Seperti pantauan Malang Post terhadap siswa terbuka 2 yang hadir mengikuti pembelajaran hanya 18 dari total 24 siswa.
“Peran orang tua sangat penting dalam memotivasi siswa untuk segera berangkat sekolah,” ujar Waka SMP Terbuka 2 Indarto Rochmad SPd.
Minimnya dorongan orang tua, membuat siswa berangkat sekolah tak sesuai jadwal. Indarto menerangkan, sering melakukan pantauan absensi dari 24 siswa terkadang 4 siswa tidak hadir. Empat siswa tersebut adalah siswa yang dinilai bermasalah. Bahkan kejadian guru menjemput siswa juga pernah terjadi saat pelaksanaan ujian. 
“Ada beberapa siswa yang dinilai bermasalah, motivasinya kurang khususnya dari orang tua,” imbuhnya.
Meski diakui malas, kemampuan siswa SMP Terbuka 2 cenderung pada musik. Mereka terlihat kreatif dan menonjol karena antusias pada musik. Dengan keterbatasan maupun kendala yang ada pada siswa terbuka, pihak sekolah tidak dapat memaksakan kompetensi siswa sama, khususnya soal akademik.
Sehingga Disdik sendiri turut mengambil peran untuk memaksimalkan siswa terbuka pada kegiatan kesenian khusus Lamojari yang bertujuan untuk memotivasi bakat siswa.
“Dalam hal pembelajaran siswa reguler dengan terbuka sama saja. Sebagian juga bagus diakademik, tapi sebagian siswa cenderung suka musik dan seni, jadi kompetensi siswa tidak dapat dipukul rata,” ungkap Indarto.
Sekolah menerapkan upaya untuk meningkatkan motivasi siswa mulai dari penerapan TATIB. Indarto menegaskan bagi siswa yang terlambat akan mengisi energi sepeda listrik agar dapat digunakan. Selanjutnya diakui masih belum ada program sekolah untuk menerapkan sanksi yang efektif atas pelanggaran siswa.
“Tidak menerapkan sanksi yang berat yang penting ada manfaatnya,” tanggapnya.
Terkait dengan persiapan UNBK, seperti siswa reguler siswa terbuka juga mendapat tambahan pelajaran. Bahkan siswa juga dibiasakan dengan komputer. Sebagian siswa dianggap mampu mengikuti, namun sebagian lagi tidak mampu.
“Iya yang tidak bisa mengikuti anak-anak bermasalah tadi,” tandasnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :