Himpun Sampah, Siswa Hingga Kepala Sekolah Terlibat Aksi

 

 
YANG Cantik dan Pinter itu yang peduli sampah..kalimat itu menjadi salah satu kalimat rayuan agar siswa-siswi SMPN 17 Malang peduli kebersihan. Mengajak anak muda peduli lingkungan memang tidak mudah, tapi SMPN 17 Malang tak putus asa. Bahkan, pada peringatan hari peduli sampah nasional beberapa waktu lalu. SMPN 17 melakukan gerakan peduli sampah yang diikuti seluruh warga sekolah.
Aksi menghimpun sampah dilakukan seluruh warga SMPN 17 Rabu lalu. Tak hanya siswa, para guru hingga kepala sekolah juga terlibat dalam aksi ini. Seluruh warga SMPN 17 ditantang memunguti sampah tidak hanya di lingkungan sekolah saja, melainkan juga di lingkungan sekitar kelurahan Bakalankrajan. Sampah yang dipunguti tersebut nantinya disetor ke bank sampah Malang.
“Hal ini untuk menanamkan sikap peduli lingkungan terhadap siswa. Nanti sampah akan dijual ke bank sampah dan hasil penjualannya akan digunakan untuk kegiatan adiwiyata,” ujar Kepala SMPN 17 Malang, Drs H Musthafa MPdI.
Dia melanjutkan, tidak hanya 845 peserta didiknya saja, tapi juga seluruh guru pengajar di SMPN 17 harus turut ikut aksi bersih-bersih tersebut. Ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan hari peduli sampah di lingkungan SMPN 17 Malang. Selain peduli lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memunculkan karakter dan kemampuan siswa dalam memilah serta memilih kemudian mendaur ulang sampah menjadi nilai ekonomis. “Semua ikut kerja bakti massal, tidak terkecuali kepala sekolah,” imbuhnya.
Kegiatan hari peduli sampah dimulai dari aksi menghimpun sampah yang dilakukan oleh seluruh warga SMPN 17 Malang. Khusus bagi kelas 7 dan 8, kegiatan menghimpun sampah dilakukan di wilayah kelurahan Bangkalankrajan. Sementara kelas 9 usai pelaksanaan try out kota turut bergabung dalam lomba poster. Lomba posternya juga bertema peduli sampah ini diikuti oleh kelas 9 sebanyak 275 siswa yang nantinya akan dipilih juara 1-3 dan harapan 1-2, sisanya akan dipamerkan digaleri sekolah.
“Sebelum aksi bersih-bersih ini, siswa diedukasi lebih dulu soal sampah. Kalau tahun lalu pelaksanaan hari peduli sampah kita bakti sosial di supit urang,” tutur Ketua Adiwiyata, Wiyanto SPd kepada Malang Post kemarin.
Dia mengaku bahwa kesadaran siswa terkait lingkungan masih kurang. Musuh terbesar SMPN 17 adalah sampah. Hal ini dikarenakan SMPN 17 juga memproduksi banyak sampah an organic khususnya plastik. Namun kesadaran siswa masih kurang terhadap lingkungan.
“Sampai saya harus merayu mereka, ayo yang cantik dan pinter itu peduli sampah,” ungkapnya.
Tahun ini kegiatan peduli sampah diperkuat dengan kerjasama antara SMPN 17 dengan bank sampah Malang. Setidaknya saat ini siswa dapat mulai sadar mengumpulkan sampah untuk ditabung. Siswa dapat membayar biaya sekolah juga dari tabungan sampah. Sampah yang terkumpul akan dipilih dan dipilah oleh kader lingkungan SMPN 17 Malang dan akan disetor setiap hari Jum’at. 
“Hari ini tadi terhitung satu pick up sampah sudah dapat senilai Rp. 631.350 dan perkiraan bisa terjual sampai Rp 1 juta karena sebagian masih ada yang belum disetor,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...