Seleksi Olimpiade Sains Diikuti 703 Siswa


 
MALANG - Sebanyak 703 peserta OSN tingkat SMA dari sekolah negeri maupun swasta di kota Malang yang mengerjakan OSN pada tiga tempat yaitu SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 4. Jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu yang hanya sekitar 600 siswa. Hal ini menunjukkan tingkat antusias yang tinggi dan pelaksanaannya lebih kondusif. Peserta yang lolos seleksi pada OSN ini akan mewakili tingkat provinsi. Materi OSN terdiri dari geografi, matematika, TIK, biologi, fisika, kimia, astronomi, ekonomi, dan kebumian.
“Meski yang mewakili hanya satu, namun pada seleksi ini dipilih juara 1-3. Di SMAN 4 sendiri disiapkan 12 ruangan untuk 211 peserta OSN,” ujar Kepala SMAN 1, Budi Prasetyo MPd.
Dibanding tahun lalu, pelaksanaan OSN tingkat SMA tak lagi semrawut, kemarin. Setelah kewenangan SMA dipindahkan ke provinsi, pelaksanaan OSN dinilai lebih rapi dalam hal persiapan.
“Kalau tahun lalu, saat peserta sudah mengerjakan masih saja ada yang mendaftar secara mendadak dan itu dibolehkan panitia. Jadi ibaratnya peserta tambahan ditampung saat pelaksanaan OSN,” ujar Koordinator OSN, Endang Novita Tjiptiani kepada Malang Post kemarin.
Ia melanjutkan, dulu peserta OSN yang daftar mendadak dan diterima itu cukup mengganggu pelaksanaan peserta yang lain. Peserta yang mendaftar secara mendadak juga tidak diberi tambahan waktu. Berbeda dengan tahun ini pendaftaran OSN dimulai tanggal 19-24 Maret, sehingga tidak ada peserta yang mendaftar mendadak dan cara ini dinilai lebih efektif.
Dalam persiapannya perwakilan sekolahnya sendiri, siswa disiapkan untuk pelatihan intensif bahkan dari kelas X siswa diformat kedalam kelas olimpiade. Dari SMAN 1 sendiri sudah diwakili sebanyak 45 siswa dengan banyak pengenalan soal essay.
 “Kalau sekarang peserta sudah tertata sesuai urutan daftarnya jadi seperti ujian, lebih kondusif. Targetnya banyak yang lolos,” imbuh koordinator OSN sekaligus ketua pembina OSN SMAN 1 ini.
Sementara itu, beberapa peserta OSN menuturkan soal-soal dinilai tingkat medium yang membutuhkan penalaran tinggi. Seperti yang disampaikan Tarangga Fathur kelas X Mipa 10 SMAN 1 yang mengikuti OSN dengan materi kebumian yang membahas tentang meteorology, astronomi, dan geologi. Dia mengaku selama pelatihan, materi meteorology dan geologi tidak jauh dengan soal OSN. Namun untuk materi astronomi dinilai sulit.
“Ada banyak soal dengan kata-kata menjebak, sekitar 20 soal yang tidak saya jawab untuk astronomi karena sulit pembahasan terkait perbintangan,” ujar siswa yang bercita-cita sebagai ilmuwan ini.
Hal yang sama juga dirasakan Rafi Rizky kelas X Mipa 2 SMAN 4 yang baru pertama kali mengikuti OSN. Dia berbagi pengalaman dengan persiapannya yang relatif singkat. Sebelumnya dia bersama tiga temannya mengikuti seleksi ketat untuk masuk olimpiade. Dia mengerjakan sejumlah 25 soal ganda dan 4 soal essay materi kimia.
“Pesertanya banyak dan yang diujikan materi kelas X- kuliah semester 3. Tapi soal essaynya bercabang banyak dan saya berharap bisa lolos,” ungkapnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :