Sarapan Gratis Selama Try Out Ujian Nasional


 
MALANG - Ujian Nasional (UN) memang belum dimulai, tapi semangat orang tua siswa demi kesuksesan anaknya sudah terlihat. Di SDN Blimbing 1 contohnya, selama pelaksanaan try out Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), para orang tua menyiapkan sarapan untuk anaknya. Hal ini dilakukan sejak hari pertama try out, Senin, (26/2) lalu. 
“Saya tidak menyangka orang tua ikut andil dalam mempersiapkan siswa menghadapi ujian dengan optimal, saya salut,” ujar Kepala SDN Blimbing 1 Tjipto Yhuwono. 
Kepedulian para orang tua itu, lanjutnya, membuat siswa lebih semangat mengerjakan soal ujian. Hal ini membuat siswa lebih positif, ceria, dan bersemangat yang berpengaruh pada prestasi siswa. 
Kepala sekolah yang baru menjabat beberapa bulan ini juga menuturkan keaktivan siswa dalam berusaha menalar soal uraian. Sehingga saat pengawas melakukan pengecekan jawaban, seluruh soal uraian dijawab oleh siswa. 
“Ini sudah menjadi indikasi bahwa siswa mencoba mengimplementasikan soal dan menalar terlepas dari benar atau salah jawabannya,” tutupnya.
Hari terakhir pelaksanaan try out kota tingkat SD berjalan lancar. Pada pelaksanaan try out, Disdik mengimbau untuk mengondisikan siswa seperti pelaksanaan UASBN april mendatang.
Kepala SDN Tlogomas 2, Sutiyono SPd MPd menuturkan, meski telah mendapat koordinasi untuk menerapkan kondisi yang sama saat UASBN nanti, SDN Tlogomas tidak dapat menerapkan karena keterbatasan ruang.
Hal ini ditengarai karena pada pelaksanaan try out siswa kelas 1-5 masuk seluruhnya. Pada dasarnya, aturan yang ditentukan adalah satu ruang berisi 20 siswa. Namun tidak dapat dilakukan karena terbatas ruang. 
Sehingga 83 peserta ujian ditempatkan pada 4 ruang. Siswa SDN Tlogomas 2 sudah melaksanakan try out tiga kali terdiri dari 2 kali try out tingkat gugus dan satu kali try out tingkat kecamatan. 
“Biasanya pas US, siswa lainnya libur, tapi karena hanya try out jadi siswa masuk semua. Sehingga soal ruangan tidak sesuai dengan kondisi UASBN. Seharusnya 5 ruang tapi yang 23 siswa digabung jadi satu ruang,” imbuhnya. (mg3/oci)  

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...