UMM Kirim Mobil ke Shell Eco-Marathon Asia 2018


MALANG – Sang Suryo Eco Energy Team melaunching Genetro Suryo U.E.V 6, di Aula BAU UMM Rabu (28/2) kemarin. Mobil listrik ini bakal mengikuti kompetisi tahunan Shell Eco-Marathon Asia 2018 di Singapura pada tanggal 7-11 Maret 2018. Genetro Suryo U.E.V 6 karya tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, dirancang sebagai mobil konsep urban dengan efisiensi minim bahan bakar.
Sang Suryo memiliki rasa percaya diri tinggi untuk meraih target maksimal dalam kompetisi tersebut. Tim UMM ini akan bersaing di pentas dunia, bersama ke 26 tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia. Bagi tim UMM sendiri, kompetisi sudah ketiga kali diikuti. Kompetisi bidang teknologi khusus kendaraan yang dirancang seminimal mungkin mengeluarkan bahan bakar dengan jarak tempuhnya.
Sang Suryo Eco Energy Team yang terdiri dari Muhammad Syah Y.E selaku manager tim dari Teknik Mesin, Renggi Ahmad Rimeldi sebagai driver dari Teknik Mesin, Iqbal Pandu Prayogo divisi kelistrikan dari Teknik Elektro, Muhammad Hasbi A bagian non teknis dari Teknik Mesin, M. Syahrul Surur S di divisi kelistrikan Teknik Elektro.
Serta Afrianto di bagian engine dari Teknik Mesin, Andi Fikriyanto di non teknis dan Abdul Malik di bagian divisi drive train juga dari Teknik Mesin. Delapan mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa semester enam dan delapan, Fakultas Teknik UMM. Muhammad Syah Y.E selaku manager team mengatakan jika ia bersama teman-temannya telah mempersiapakan mobil yang akan diboyongnya ke Singapura selama dua tahun lebih.
“Dari tahun 2016, tepatnya waktu ada Event Kontes Mobil Hemat Energi di Jogja. Setelah event itu kami terus melakukan pengembangan dan riset mobil untuk mencoba lagi di event KMHE 2017 di ITS Surabaya tahun lalu,” papar Muhammad kepada Malang Post.
Dalam prosesnya merancang mobil hemat energi bersama rekan-rekannya, diceritakannya juga banyak permasalahan yang harus dihadapi. Seperti di alat-alat produksi yang sangat terbatas. “Kendalanya biasa di alat, soalnya memang di kampus alat-alatnyanya terbatas. Jadi kita musti gotong-gotong mobil keluar kampus semisal ingin ngelas chasis dan banyak lagi,” kenangnya.
Namun di balik dari kendala yang dihadapi, ada banyak pengalaman menarik yang telah dilalui bersama. Ia mengenang, tahun lalu saat mengikuti event KMHE 2017 di ITS semua persiapan sudah dilakukannya bersama tim dengan matang. Saat kurang satu hari lomba dimulai, diungkapnya tiba-tiba motor penggerak yang digadang-gadangnya mati.
 “Kami sempat bingung harus bagaimana, akhirnya kami bongkar motor hingga malam. Karena target besok harus bisa mengikuti race. Hingga akhirnya kami balik ke Malang untuk mengambil mobil cadangan. Dari banyaknya pengalaman itu, kami tidak ingin mengulangi di ajang internasional kali ini. Jadi kami harus optimis meraih target maksimal kali ini,” paparnya.
Ia mengakui, dalam beberapa kompetisi yang diikutinya di tingkat nasional itu, masih belum pernah juara. Tetapi bersama tim Sang Suryo ia masih optimis, terutama pada kompetisi kali ini.
“Kami optimis meraih prestasi maksimal di Singapura, karena memang sudah banyak pengalaman di perlombaan ini. Sudah dua kali kami ikut dalam Eco-Marathon. Pertama dan kedua adalah adaptasi, dan kali ini harus target juara,” tegasnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :