Ungkap Kisah Terorisme dalam Buku

 
MALANG – Ketua Aliansi Indonesia Damai (AIDA) Hasibullah Satrawi mengungkap kisahnya selama mendampingi pelaku dan korban terorisme dalam buku. Kemarin, buku berjudul "La Tay'as (jangan putus asa) Ibroh (pembelajaran) dari Kehidupan Teroris dan Korbannya" dibedah di FISIP UB. 
Hasibullah menuturkan, ancaman terorisme kerap terjadi di mana saja, begitu juga pelaku dan korbannya. Hal tersebut tidak akan pernah selesai dan akan terus menjadi bara dendam tanpa ada habisnya. 
Hasibullah Satrawi mengatakan, buku yang ditulisnya merupakan hasil selama mendampingi para korban dan pelaku terorisme sebagai Direktur AIDA. Kemudian dari pengalaman yang sangat berat tersebut ia tebarkan melalui karya agar masyarakat, khususnya mahasiswa tidak memandang dan menyalahkan pelaku ataupun korban.
“Banyak faktor dan latar belakang yang mengakibatkan terjadinya terorisme. Mulai dari kebijakan politik, ekonomi hingga ideologi,” beber Hasibullah. 
Acara yang digelar di Gedung B Lantai 7 Fisip UB tersebut menghadirkan penulis Hasibullah Satrawi, Wakil Dekan III Fisip UB, Akhmad Muwafik Saleh, S.Sos. M.Si, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. K.H Abdul A’la M.Ag serta Mantan pelaku terorisme, Ali Fauzi dan korban bom Bali, Hayati Eka Laksmi.
Dijelaskan panjang lebar, dari pendekatan yang dilakukannya ia tidak bisa menyalahkan siapapun baik korban dan pelaku. Karena banyak berbagai faktor sekitar, mulai dari kepala keluarga, kepala negara hingga kepala keluarga global. 
“Dari faktor terkecil, kepala keluarga yang tidak pada fungsinya membuat anak-anak mereka akan menjadi korban. Selain kebijakan politik dan ekonomi. Jadi bagaimana seseorang harus melihat akar konflik itu dari hulu dan hilir.” terangnya. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :