Diplomat 12 Negara Dikenalkan Pantai Selatan

 
MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ditunjuk oleh kementerian luar negeri (Kemenlu) sebagai tempat bagi para diplomat untuk belajar budaya dan bahasa Indonesia. Sebanyak 12 diplomat asing belajar di UMM, selama satu bulan ke depan. Program ini dimulai sejak kemarin (2/8). Diplomat yang belajar budaya Indonesia diantaranya, Papua Nugini, Jepang, Kamboja, Laos, Sri Lanka, Equador, Spanyol, Zimbaque, Iran, Afrika Selatan, Colombia, Vietnam.
Kepala UPT BIPA kantor urusan internasional UMM Dr  Arif Budi Wiriyanto mengatakan, unit ini telah mempersiapkan layanan serta kurikulum bagi mereka. 
“Saya ingin memberikan kesan ke mereka, kalau belajar budaya Indonesia itu menyenangkan. Mempunyai karakteristik, dan memelajarinya membuat ketagihan,” kata Arif.
Arif membeberkan, nantinya para diplomat ini akan diajak mengunjungi wisata di wilayah pesisir pantai selatan, hingga Kota Batu. Sebab, lanjutnya, wisata pantai selatan saat ini masih belum banyak dikenal, padahal menurutnya wisata ini sangat berpotensi untuk dikunjungi para wisatawan asing.
“Kebanyakan pengunjung pantai selatan hanya wisatawan domestic. Saya yakin, pasti kalau wisatawan asing datang dan berkunjung, mereka akan sangat kagum, sebab daerah ini potensinya sangat tinggi,” terangnya.
Sedangkan di Kota Batu, memang sudah banyak dikenal dengan brandingnya, namun menurutnya masih kurang. 
“Mungkin dengan dijadikan sebagai destinasi belajar, para diplomat asing ini nantinya tidak hanya memelajari wilayah penghasil pertanian yang indah dan sejuk saja. Namun juga bagaimana pengolahan hasil pertanian, serta perawatan secara lebih detail lagi. Sebab mereka belajar, bukan hanya berkunjung,” kata Arif dengan semangat.
Nantinya, lanjut dia, para diplomat ini akan mempunyai program jangka panjang. Program jangka panjang yang dimaksudkan adalah dengan mempromosikan apa saja yang sudah mereka pelajari termasuk daerah wisata.
Salah satu diplomat yang belajar di UMM, Sri Lanka Mr. PMNM Premathilake mengharapkan, ia bisa belajar banyak di sini. Ia ingin agar bisa membawa ilmu baru untuk dipromosikan di negaranya. Bukan hanya mempromosikan, bahkan ia juga ingin dari hasil belajarnya, bisa memberikan ilmu baru untuk dipraktikkan di Negaranya. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...