Semangat Sehat dari Kantin Sekolah

 
MALANG - Kantin sekolah sehat masih menjadi mimpi di sejumlah SD Kota Malang. Kendala minimnya kesadaran warga sekolah jadi hambatannya. Di SDN Bareng 4 misalnya, belum menerapkan kantin sehat lantaran masih kurangnya kesadaran para siswa yang masih banyak jajan sembarangan di luar lingkungan sekolah.
Kepala SDN Bareng 4 Malang, Sih Pangajunaningtyas, S.Pd, mengatakan, imbauan kepada para siswa untuk tidak jajan sembarangan sudah sering diberikan namun mereka masih suka jajan makanan yang bersaus dan pedas.
”Petugas kantin pun kami sudah memperingatkan untuk tidak lagi menjual makanan yang tidak sehat. Namun, upaya dari kami hanya sekadar mengingatkan saja karena murid-murid di sini tidak banyak yang suka dengan jajanan tradisional yang pernah kami sediakan,” ujar Sih Pangajunaningtyas.
Tak sekadar imbauan saja, SDN Bareng 4 Malang juga sering melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa untuk memberikan bekal setiap harinya. Bahkan pihak sekolah menyediakan meja khusus untuk orang tua yang mengantarkan bekal ke sekolah selama jam pelajaran berlangsung.
Diakuinya, sekolah saat ini belum melakukan kerja sama dengan Dinkes untuk membuka kantin sehat di lingkungan sekolah. Selama ini pihak sekolah hanya bekerja sama dengan salah satu instansi kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada para siswa.
Upaya lain yang dilakukan sekolah untuk memberikan makanan sehat dan bergizi yakni bekerja sama dengan paguyuban orang tua siswa. Dengan sistem bergantian orang tua siswa menyediakan makanan bergizi satu kali seminggu. 
Imbauan dan sosialisasi rutin juga dilakukan SDN Pisang Candi IV Malang. Kepala SDN Pisang Candi IV, Hartutik, S.Pd, mengatakan, pihak sekolah memberlakukan satu pintu jalur keluar masuk para siswa, sehingga mereka tidak bisa jajan di luar lingkungan sekolah. 
Untuk memberikan pengawasan maksimal kepada siswa, SDN Pisang Candi IV memberikan arahan kepada semua orang tua untuk menyediakan makanan sehat bagi anaknya. Dalam hal ini orang tua siswa pro aktif dan ikut serta mengawasi jajajanan anak baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
“Beberapa kali ada petugas puskesmas memberikan penyuluhan mengenai makanan sehat kepada para siswa dan bagaimana efeknya jika mengonsumsi makanan yang kurang sehat,” pungkas Hartutik.
Berbeda di SDN Bareng 3 Malang yang sudah menerapkan kantin sehat bebas dari 5P (penyedap rasa, pemanis, pewarna, pengawet, dan pengental). Pihak sekolah juga membekali guru UKS beserta dua petugas kantin untuk ikut serta dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan. Dalam pelatihan inilah petugas kantin menerima sertifikat bahwa ia mampu mengelola makanan yang sehat, bersih, dan bebas dari 5P. 
”Bahkan dalam pelatihan tersebut kami juga ikutkan pedagang di luar lingkungan sekolah, kami wakilkan kepada tiga pedagang diantaranya pedagang bakso, soto, dan leker,” ujar Siti Fatimah, S.Pd, koordinator kantin SDN Bareng 3. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...