Minat Studi Pascasarjana Rendah


 
MALANG - Jumlah lulusan S1 yang akan melanjutkan S2/S3 terbatas. Padahal, UB saat ini gencar meningkatkan kuota mahasiswa Pascasarjana nya. Menurut Humas UB Kotok Gurito, lulusan S1 biasanya melanjutkan kuliah karena faktor tertentu seperti tuntutan profesi yang berasal dari perusahaan. 
“Selain itu, ada beberapa prodi pascasarjana yang kurang populer di tengah masyarakat, seperti magister Kajian Perempuan. Prodi ini terlihat sepi peminatnya, semua tergantung lulusan ya,” ujarnya. 
Ketika ditanya soal upaya untuk menjaring lulusan S1 melanjutkan S2/S3 di UB, Kotok menjawab tentu UB akan mempertimbangkan wacana seperti bantuan beasiswa untuk menarik lulusan S1 tersebut. 
Bertekad menjadi universitas  berkualitas, UB, lanjutnya, kini mulai menyeimbangkan perhatian pada penerimaan mahasiswa baru pascasarjana. Pasalnya, kebijakan Rektor tahun ini berupaya untuk meningkatkan kuota pascasarjana S2/S3. Kuota pascasarjana saat ini masih kisaran 2.000 mahasiswa.
Selama ini upaya yang dilakukan adalah membuka kerja sama yang luas dengan pihak eksternal. Namun bukan dalam bentuk beasiswa. Kotok, sapaan akrab Kotok Gurito menerangkan sejauh ini bentuk kerjasama berupa sekolah atau universitas (lembaga swasta) dan pemerintah yang memberi bantuan terhadap guru atau dosen lulusan S1 untuk beasiswa pascasarjana. 
“Yang sering itu justru untuk kuliah S1, bentuknya UB kerja sama dengan Pemda biasanya berupa keringanan uang SPP atau tambahan biaya hidup S1. Kalau lembaga tertentu biasanya swasta menyekolahkan guru lulusan S1 agar bisa S2, tapi memakai biaya mereka pribadi,” bebernya.
Sementara itu, penerimaan mahasiswa baru lulusan S1 melalui jalur SNMPTN sudah mulai dilakukan. Tahap pendaftaran berlangsung sampai 6 Maret. Sedangkan jalur SBMPTN, mulai dibuka pada 8 Mei dengan tahapan ujian tulis (UTBC). UB sendiri masih menduduki posisi kedua, universitas yang memiliki banyak peminat SNMPTN setelah UNPAD. 
“Daya tampung total mulai tahun 2016 sebanyak 12.500, tahun 2017 sebanyak 10.000 dan tahun ini disediakan sebanyak 11.700. Ini mengimbangi peminat yang terus meningkat,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...