Gelar Empat Rekrutmen dalam Sebulan


MALANG - Bermitra dengan Disnaker Provinsi dan Kementrian Tenaga Kerja, Bursa Kerja Khusus (BKK) dinilai efektif dalam menyebarluaskan informasi lowongan kerja sekaligus rekrutmen di SMK. BKK terbentuk berupa forum sekolah, meski tidak semua SMK punya lembaga ini.
Salah satu SMK yang memiliki BKK dan aktif melaksanakan rekrutmen seperti di SMKN 8. Bersama dengan SMKN 6 dan SMKN 10, BKK SMKN 8 memfasilitasi permintaan industri. Bahkan setiap tiga bulan sekali, informasi lowongan pekerjaan baik lokal maupun pusat selalu diupdate. Rekrutmen dijalankan bekerja sama dengan SMK lain yang tergabung di BKK kota Malang maupun Jatim dan diselenggarakan secara bergantian ke sekolah-sekolah.
“Setiap bulan ada tiga sampai empat rekrutmen. Tentu di sekolah juga mengedukasi siswa terkait proses rekrutmen mulai dari wawancara hingga test,” ujar Ketua BKK SMKN 8, Nisaul Hairiyah kepada Malang Post.
Dia melanjutkan, BKK di SMKN 8 juga sudah berbasis online. Sehingga mempermudah siswa dalam menginput data tanpa harus ke tempat rekrutmen (secara manual). Siswa cukup menggunakan portal BKK tanpa mengganggu waktu pembelajaran siswa dan dibebaskan untuk mengikuti berbagai rekrutmen di perusahaan besar.
Sementara itu, di SMKN 3 Malang baru membentuk BKK sejak November lalu, sehingga pelaksanaan secara manual. Namun memang diakui adanya BKK sangat membantu siswa dalam proses rekrutmen karena sekolah memfasilitasi dan mendampingi siswa. Seperti yang disampaikan Humas SMKN 3 Malang, Rizal Leni. Dia mengaku sebenarnya BKK sudah dijalankan sekolah namun dalam pelaksanaannya masih rancu karena ditangani dua pihak yakni humas dan BK jadi ketika ada disnaker yang belum terkondisi optimal.
“BKK kami masih manual,  jika pihak industri membutuhkan tenaga, baru kita lakukan rekrutmen, missal butuh berapa kami buka rekturmen ada wawancara. Kemarin juga ada yang minta tenaga praktis kecantikan rambut dan kulit yang buka bulan mei, baru kita alokasikan maret ini rekrutmen,” tandasnya.
Sistem manual, sekolah wajib mendampingi dan memfasilitasi siswa yang akan melaksanakan rekrutmen. Seperti beberapa waktu lalu, 14 siswa SMKN 3 Malang mengikuti BKK di Jombang dan pihak sekolah mendampingi kesana. Dalam pengembangannya, BKK SMKN 3 Malang juga akan berencana melakukan studi banding ke sekolah yang memiliki forum BKK dan berjalan lama. Bahkan SMKN 3 Malang juga mengajukan dua proposal untuk pengembangan layanan BKK dan job matching. “Proposal pengembangan layanan BKK dan job matching, ada anggarannya kami kirim senin. Jika tembus, diambil 50 SMK se Indonesia. Anggarannya sebesar Rp. 200 Jt untuk layanan BKK dan Rp. 150 Jt untuk job matching, kami ini nanti diseleksi,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :