SMAN 1 Kerja Sama dengan Lima Negara


MALANG - SMAN 1 Malang memiliki banyak kerja sama internasional. Sejumlah negara menjalin kerja sama dengan sekolah di kawasan Tugu tersebut. Salah satunya, SMAN 1 dipercaya Jerman menjadi satu dari 1000 sekolah di dunia melalui program PASCH (Partner Schulen der Zukunft). Setiap tahun bahkan Jerman memberikan beasiswa study selama satu bulan.
“Siswa-siswa yang pintar akan mendapat beasiswa study satu bulan, tanpa biaya,” ujar Kepala SMAN 1 Malang, H Musodaqqul Umam kepada Malang Post.
Sebelumnya SMAN 1 Malang telah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi asing mulai dari negara Beijing, Malaysia, Singapura, Australia, dan Jerman.
Meski telah bekerja sama dan dipercayai beberapa perguruan tinggi asing, namun dia mengaku lebih sering kerja sama dalam bentuk pertukaran pelajar dan guru. Selama ini, SMAN 1 Malang cukup selektif untuk mengadakan kerja sama dengan MoU, namun yang membanggakan diraih setiap tahun bersama Jerman.
Sementara itu, Japan Foundation juga mulai bersinergi dengan SMAN 1 dalam bentuk  workshop. Native speaker dari Jepang dikirim ke SMAN 1 Malang.  “Seperti beberapa waktu lalu dalam acara sulur camp di Batu yang diadakan oleh sekolah se-Asia Pasifik dalam bentuk pembelajaran khusus bahasa Jerman. Di sana mereka total berbahasa Jerman,” ungkapnya.
Dia berpendapat, melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi asing memberi manfaat mulai dari memberi wawasan yang luas, penerapan metode pembelajaran, dan konsep pendidikan. Dia meyakini metode pembelajaran negara asing pasti berbeda jauh dengan negara Indonesia. Meskipun sistem pembelajaran tersebut dilakukan di sekolah favorit. “Saya ingin mencontoh konsep asing dengan menerapkan metode pendidikan yang kreatif dan menyenangkan. Di sini sudah bagus, tapi ya harus ditingkatkan. Saya ingin ke depan dapat mengirim guru-guru kita ke Australia, disana bagus metode belajarnya,” tandasnya.
SMAN 1 Malang memiliki keunggulan dengan sekolah lain dalam hal bahasa. Di jurusan bahasa sendiri, siswa dibebaskan memilih bahasa Jerman, Jepang, Prancis, Mandarin, dan bahasa Arab. Meski begitu, dia menganggap sebagian besar wali murid di SMAN 1 Malang mendorong anaknya untuk lebih memilih jurusan ipa. Padahal menurutnya, semua jurusan bagus. “Saya dulu pernah ketemu kak Seto. Saya diceritakan kisah tentang beberapa nama Rudi dengan berbagai profesi. Ada Rudi yang suka masak, pinter sains, pinter potong rambut, pinter olahraga. Dan semua Rudi itu bagus,” tutupnya. (mg3/oci) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :