Produksi Minuman Sehat, Sekoteng Jahe Mengkudu Andalan


MALANG - MEMILIKI Anugerah lingkungan yang hijau dan asri dengan beberapa tanaman langka, SDN Purwodadi 1 berinisiatif untuk meramu minuman sehat. Minuman sehat yang terbuat dari campuran jahe dan buah mengkudu ini diproduksi kerja sama dengan orang tua siswa, dan akhirnya menjadi produk unggulan sekolah.
Membuat minuman sehat yang mengesankan dengan rasa mint ini tidaklah mudah. Banyak eksperimen yang telah dilakukan oleh guru bersama wali murid untuk mendapatkan formula pas. Resep minuman sehat sendiri akhirnya ditemukan dengan formula 1 kg gula merah, 1,5 kg gula putih, 0,5 kg jahe besar, 0,25 kg jahe kecil, 1,5 liter air, 1 ikat sere, 4 buah mengkudu, ditambah dengan pandan, cengkeh, dan kayu manis secukupnya. Minuman sehat yang cara pengolahannya dengan merebus semua bahan dan menyaringnya ini, kemudian dimasukkan ke botol untuk dijual di kantin sehat sekolah.    
“Awalnya karena dorongan sebagai sekolah adiwiyata harus berinovasi apa, sehingga kami memanfaatkan yang ada di lingkungan sekolah,” ujar Kepala SDN Purwodadi 1, Kartini kepada Malang Post kemarin.
Dia melanjutkan, kreasi ini dihasilkan atas kerja sama dengan paguyuban kelas 1-6 dengan biaya operasional secara swadaya. Kegiatan sekolah ini tentu mampu mengakrabkan guru, siswa, dan wali murid, sehingga terwujud minuman sehat yang dapat dinikmati seluruh warga sekolah. Sekolah juga mengondisikan kantin sehat untuk siswa dengan menyajikan minuman dan makanan tanpa plastik. Sehingga minuman dan makanan yang siswa beli akan dibungkus dengan daun pisang atau wadah piring. Hal ini bertujuan untuk menjaga kehigienisan semua yang dikonsumsi siswa.
“Minuman ini dijual pada hari Jum’at saja di kantin sekolah,” imbuhnya.
Kepala sekolah yang maju seleksi kepres ini mengaku sudah lama memiliki inisiatif ini. Dengan menghasilkan minuman sehat ini tentu bermanfaat untuk membuat siswa bangga dengan tanaman-tanaman yang berada di lingkungan sekolah. Sehingga untuk lebih mengedukasi siswa, setiap kelas mendapat tanggung-jawab untuk pengelolaan taman-taman kecil. Tanaman-tanaman yang ada di sekolah juga diberi label nama dan keterangan sehingga siswa dapat membaca dan mengenalnya.
“Kami punya tanaman langka ya seperti mengkudu, tadi jadi mereka harus tau dan bangga dengan lingkungan sekolah,” bebernya.
Tak puas dengan minuman sekoteng jahe mengkudu saja, guru dan wali murid juga mengembangkan resep baru untuk membuat minuman sehat lainnya. Dua minuman baru yang mungkin sudah akrab ditengah masyarakat yakni sinom asam manis dan kunci sirih. Dua minuman sehat itu juga dihasilkan dari racikan sendiri. Ketiga minuman sehat tadi seluruhnya memanfaatkan tanaman yang ada di lingkungan sekolah.
“Tidak hanya mengkudu, di sini juga subur daun sirih, untuk daun asam muda itu punya di samping sekolah, dan jatuh jadi dimanfaatkan,” tutupnya. (mg3/oci)       

Berita Terkait

Berita Lainnya :