Sekolah Swasta Gigit Jari, Seragam Gratis untuk Siswa SMA Negeri

MALANG – Bantuan dua setel seragam sekolah dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk siswa SMA/SMKN sepertinya akan segera datang. Sempat molor dari waktu yang pernah diutarakan oleh Kadindik Jatim Saiful Rachman yakni akhir Juli, beberapa saat yang lalu Saiful mengunggah status tuntasnya pengerjaan dua stel seragam tersebut.
“Kini seragam tersebut sedang berada dalam pengujian di laboratorium agar terjamin secara kesehatan dan tidak membahayakan kulit siswa. Selain itu, menyesuaikan dengan SNI maka kain juga harus distandarisasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) baik pewarnaan maupun kekuatan benang,” tulis Saiful.
Saking hati-hatinya dengan kualitas dan kesehatan, maka proses pengecekan di laboratorium dilakukan sebanyak tiga kali, yang setelah selesai akan langsung dibagikan gratis ke seluruh siswa SMA/SMK negeri di Jawa Timur. 
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Kota Malang – Batu, Drs. Adi Prajitno, MM, mengungkapkan nota dinas terkait dengan seragam tersebut telah sampai kepada pihaknya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam waktu dekat akan melakukan pengiriman kain seragam sekolah.
“Dan terkait hal tersebut, kami diminta untuk membantu proses distribusi kepada sekolah negeri sebagai penerima bantuan, meskipun untuk kapan waktu pembagiannya kami masih belum tau,” kata Adi. 
Sebagai penerima bantuan, pihak sekolah harus menyiapkan Fotokopi SK Kepala Sekolah dan Fotokopi KTP Kepala Sekolah. Penerima bantuan kain seragam yakni Kepala Sekolah atau yang mewakili dengan status PNS di sekolah tersebut.
Kepala SMAN 10 Malang, Dwi Lestari, MM menuturkan, pihaknya belum mengetahui akan datangnya bantuan seragam sekolah tersebut. Namun, bila kain seragam bagi siswa kelas X telah datang, maka akan segera disalurkan.
“Meskipun siswa sudah memakai seragam, tapi bantuan tersebut bisa digunakan untuk bergantian, terlebih kan anak SMA itu cepat sekali berkembang badannya. Jadi bisa untuk meringankan beban biaya bagi orang tua,” kata Dwi.
Diperuntukkan untuk sekolah negeri, maka SMA dan SMK swasta di kota Malang terpaksa gigit jari karena tidak mendapatkan bantuan seragam. Ketua MKKS SMK Swasta Kota Malang, John Nadha Firmana merasa pembagian seragam hanya untuk siswa sekolah negeri tersebut dirasa kurang adil.
“Sama-sama anak bangsa, baiknya tidak perlu dibedakan. Kami memiliki hak yang sama dalam investasi untuk pendidikan. Kalau yang satunya tidak, mungkin juga tidak bagi yang lainnya,” ungkap John.
John mengatakan sebenarnya pihaknya telah menghubungi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sekitar enam bulan yang lalu begitu mendengar kabar pembagian seragam tersebut. Maksudnya, agar siswa sekolah swasta juga mendapatkan perlakuan yang sama.
“Namun beliau menyatakan bahwa ada keterbatasan anggaran. Padahal kalau negeri mendapatkan dua stel, bisa dibagi satu –satu untuk kami,” imbuhnya.
Meski belum mendapatkan bantuan seragam tahun ini, dia berharap tahun depan Dinas Pendidikan Provinsi dapat lebih adil untuk sekolah swasta, baik dari segi pemberian fasilitas maupun penerimaan siswa baru. (mg19/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :