Optimalkan Bakat Siswa di Frateran Competition 2018

 
MALANG - Frateran Competition (FRACO) 2018 yang diselenggarakan SMAK Frateran Malang memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat. Wadah kompetisi bagi siswa-siswi SMP/MTs se-Malang Raya ini menggeber berbagai lomba yang komplit dalam upaya pengembangan bakat peserta didik. Mulai bidang olahraga, sains hingga uji kreativitas.
Di bidang olahraga ada lomba futsal dan basket dengan nama Frateran Futsal And Basket Competition. Dua olahraga yang sangat digandrungi oleh masyarakat khususnya kalangan remaja. 
“Biasanya setiap tahunnya digelar bergantian antara futsal dan basket. Tapi untuk tahun ini dua-duanya kita gelar bersama. Ternyata respon peserta luar biasa,” ujar Agustinu Prasetya, S.Pd, kordinator lomba olahraga. 
Sebagai pihak penyelenggara lomba, Agus juga melakukan penilaian perkembangan potensi siswa SMP di bidang basket dan futsal. Hasilnya, ada peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.“Ini menandakan bahwa pembinaan di tingkat SMP semakin bagus. Ditambah dengan adanya kompetisi seperti ini akan semakin memotivasi siswa untuk berlatih,” ucapnya.
Ia menambahkan, pihaknya selalu siap untuk melanjutkan proses pembinaan potensi siswa jika para peserta lomba ingin bergabung di SMAK Frateran di waktu yang akan datang. Berbagai prestasi telah diraih siswa SMAK Frateran di bidang futsal dan basket. Hal ini membuktikan bahwa pembinaan bakat siswa sekolah di Jalan Brigjen Slamet Riyadi ini dilakukan secara serius.  
Pada pelaksanaan Fraco tahun ini, ada tambahan lomba Paskibra tingkat Provinsi yang juga mendapat respon bagus dari peserta. Ada 16 tim regu dari SMP se Jawa Timur yang tampil sangat kreatif dalam lomba ini. 
Kepala SMAK Frateran, Drs. Markus Basuki, M. Pd sangat terkesan dengan penampilan para peserta Paskibra yang menurutnya menggambarkan sikap generasi muda bangsa yang disiplin dan tegas. Markus mengatakan lomba Paskibra menjadi sarana mengkspresikan semangat juang nasionalisme para pemuda. 
“Saya sangat senang sekali melihat penampilan mereka yang semuanya bagus dan saya yakin persiapan mereka sudah matang,” katanya.
Yang terpenting, lanjut dia,  bukan pada baris berbarisnya. Tapi pada nilai yang terkandung di dalam diri pasukan pengibar bendera. Yaitu karakter kebangsaan yang menjadi poin utama. Seperti nasionalisme yang melambangkan cinta tanah air. 
Selain itu juga ada nilai karakter lain yang menunjang pada kualitas diri siswa. Seperti ketegasan, kedisiplinan, kekompakan, hubungan sosial dan kepemimpinan. 
“Nilai-nilai inilah yang saat ini sangat dibutuhkan ada dalam diri siswa. Ini menjadi sarana yang efektif untuk mencetak generasi masa depan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Fraco 2018, Sri Wahyuni, M. Pd menjelaskan, secara umum tujuan digelarnya Fraco mengacu pada tujuan pendidikan nasional dan visi misi SMAK Frateran. Yaitu membentuk manusia seutuhnya. Yang artinya berkembang secara inteletual, skill dan berbudi pekerti luhur berdasarkan spiritualitas hati. 
“Motto sekolah kami adalah hati yang tangguh. Artinya siswa siap menghadapi tantangan dan tidak pernah menyerah,” kata dia. 
Berdasarkan pada tujuan tersebut, maka pihaknya menggelar lima macam lomba. Yaitu futsal, basket, pramuka, sains dan paskibra. Melalui lima macam lomba ini, Yuni berharap dapat membentuk hati yang tangguh dan spiritualitas hati yang bagus. 
“Jadi kami tidal asal menetukan jenis lomba, tapi ada tujuannya yang mengacu pada tujuan pendidikan nasional dan visi misi sekolah,” tuturnya. (imm/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :