Gelar Khitan Massal ABK, Wujud Perhatian untuk Anak Bangsa

 
SUNAT Massal untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sukses digelar oleh  Musyawarah Kerja Guru Pendamping Khusus (MKGPK) Kota Malang. Pada Sabtu, (3/3/18) lalu, sunat massal ini digelar di SDN Kebonsari 2. Tema yang diangkat yaitu “different is unique, education for all bersama kita wujudkan masyarakat inklusif dan humanis”. Sebanyak 20 ABK dari SD dan SMP Kota Malang menjadi peserta khitan. 
Ketua Panitia Taufik Karyadi, S.Pd mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kesehatan ABK. Di sisi lain, pihaknya seringkali mendapatkan masukan dari orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
“Mereka itu resah, bagaimana mengkhitan anak-anak mereka yang berkebutuhan khusus. Dari situlah ide kami muncul untuk membantu mereka,  agar para ABK ini bisa disunat seperti anak yang lain,” ucapnya.    
Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Terbukti, dengan banyaknya peserta yang turut bergabung dalam kegiatan khitan ini. Taufik mengungkapkan peserta yang mendaftar lebih dari 20 anak. Namun pihaknya hanya membatasi 20 peserta saja, sebab melayani ABK tidak seperti anak normal pada umumnya. 
“Sebenarnya banyak sekali yang mendaftar, tapi kami batasi mengingat tenaga kami terbatas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam hal ini MKGPK bekerja sama dengan RS Islam Aisyiyah. Secara teknis untuk mengkhitan satu peserta ABK harus ditangani oleh beberapa tenaga medis. Bahkan dari sulitnya, sebagian peserta harus dibius lebih dulu dan berpuasa sehari sebelum dikhitan. 
Untuk efektifnya pelaksanaan khitan ini, maka 18 peserta ABK harus dikhitan di RSIA. Hanya dua ABK saja yang dikhitan di lokasi acara. 
“Sebagai simbolis dua peserta dikhitan di sini, sisanya di rumah sakit karena banyak perawat yang membantu, disamping itu peralatannya juga lebih lengkap,” terang guru SD Plus Qurrota A’yun ini.     
Kegiatan khitan juga dimeriahkan dengan pentas seni oleh siswa-siswi SDN Kebonsari 2 dan ABK dari beberapa sekolah. Diantara penampilan ABK yang banyak mendapat perhatian adalah seni tari, seni musik piano dan menyanyi.
Pentas seni ini menjadi bagian dari mewadahi bakat dan kreativas ABK yang patut untuk dikembangkan. 
“Secara khusus pentas seni oleh anak-anak ABK ini akan kita gelar pada tanggal 15 April 2018 mendatang di Museum Brawijaya. Program ini merupakan lanjutan dari khitan saat ini, sebagai bentuk penghargaan bagi anak-anak kami yang berkebutuhan khusus,” tukasnya. 
Kepala SDN Kebonsari 2, Rahmat Suliadi, M.Pd yang menjadi Tuan Rumah dalam acara ini, merasa kagum akan program MKGPK yang dinilai memiliki solidaritas yang tinggi pada anak bangsa.
“MKGPK telah menunjukkan ada kita semua bahwa ada yang perlu mendapat perhatian  dari anak bangsa. Kegiatan khitan massal ABK ini menjadi sarana berkasih sayang pada sesama. Dengan demikian, maka para ABK tidak merasa dianak tirikan. Tapi menjadi bagian penting dari bangsa ini,” tuturnya. (imm/sir/oci) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...