Open House, Akrabkan Sekolah dan Masyarakat


 
MALANG – Puncak Open House 2018 yang digelar oleh SD Plus Al-Kautsar, Minggu (4/3), berlangsung semarak. Tak kurang dari 2.500 siswa dan orang tua ikut meramaikan Open House SD Plus Al-Kautsar yang dibuka sejak awal tahun ini. 
Open House yang rutin dilakukan setiap tahunnya ini memang bertujuan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat agar lebih mengetahui lebih jauh mengenai SD Plus Al-Kautsar.  Masyarakat dipersilahkan untuk melihat dan mencari tahu informasi apapun yang dibutuhkan di sana. Momen ini tentu menjadi kesempatan berharga bagi siswa TK yang akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang SD.
“Konsep kita ini kan memang untuk mengenalkan bahwa SD Plus Al-Kautsar itu seperti ini, tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujar Ketua Pelaksana Open House 2018 Rif’an Fakhrudin, S.Pd.
Bahkan, menurutnya, sejak September lalu, sekolah sudah mulai mengajak anak-anak TK di sekitar untuk outbond.
“Mereka kami ajak menanam, produksi tahu, masuk kelas, hingga masuk lab untuk mengenal teknologi. Itu sebagai PLS-nya (pengenalan lingkungan sekolah) dan kemudian yang kali ini Open House sebagai gebyarnya,” jelas Rif’an.
Sama seperti tahun tahun sebelumnya, setiap kali penyelenggaraan Open House SD Plus Al-Kautsar juga selalu digelar berbagai lomba sebagai wadah untuk menyalurkan bakat dan kreativitas siswa.
Tahun ini jenis lomba yang disajikan adalah lomba futsal, hafalan doa, huruf hijaiyah, alat peraga edukatif, mengancing baju, merangkai huruf, lari bendera rukun Islam, kolase koran bekas, baca puisi, olimpiade matematika dan hafalan surat.
“Yang baru di tahun ini itu kita ada lomba kolase koran bekas. Anak TK itu juga kan butuh untuk mengembangkan kemampuan motoriknya dan juga seninya. Kenapa koran bekas, karena kita sebagai sekolah adiwiyata juga harus mengedukasi kepada masyarakat bahwa koran bekas itu bisa diberdayakan kembali dan menjadi sesuatu yang berharga,” ungkap Rif’an 
Selain untuk siswa, Rif’an juga menyampaikan bahwa ada lomba lain yang selalu memiliki daya tarik tersendiri, yakni lomba alat peraga edukatif yang diperuntukkan bagi para guru TK. Kreatifitas dari para guru TK dalam membuat alat peraga untuk pembelajaran sangat dituntut dan diperlukan pada lomba ini. Karena itulah lomba ini juga menjadi salah satu perhatian menarik bagi masyarakat.
“Alat peraga edukatif itu seperti model untuk peraga yang bisa digunakan untuk pembelajaran anak anak. Jadi mereka mempresentasikan alat peraga mereka ini bisa untuk pelajaran apa aja. Dan juga mempermudah anak anak untuk menyerap dan memahami apa yang disampaikan oleh guru,” jelasnya.
Melalui kegiatan Open House ini, Rif’an berpesan kepada masyarakat khususnya para orang tua siswa-siswi TK agar selalu mendidik anaknya untuk semangat dalam berkarya dan berkreativitas. Dengan berkarya sejak dini, potensi anak akan lebih mudah diasah di masa yang akan datang. 
“Karena di tingkat TK, kreativitasnya itu kalau tidak diarahkan bisa menjadi terbatas. Nah oleh karena itu, aktualisasinya melalui ajang kreativitas seperti ini. Kesempatan untuk berkarya itu bisa ditumbuhkan sejak dari tingkat pendidikan usia dini,” lanjutnya.
SD Plus Al-Kautsar, ditambahkannya, adalah salah satu sekolah unggulan di Malang yang selama ini sudah banyak mewarnai pendidikan di Kota Malang. 
“Jadi kalau ingin tahu informasi yang selengkapnya, silahkan bisa datang langsung ke sekolah,” pungkasnya. (yan/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...