Sering Disepelekan, Bullying Darurat di Kota Malang


MALANG – Fenomena bullying yang terjadi akhir-akhir ini harus menjadi perhatian utama bagi masyarakat, khususnya orang tua dan guru. Pesan inilah yang menjadi topik utama saat seminar Parenting Deteksi Dini Bullying yang digelar di SD Al-Kautsar, Minggu (4/3). Bertepatan dengan momen Open House yang digelar oleh SD Al-Kautsar, bahasan ini disampaikan langsung kepada kurang lebih 100 orang tua yang memiliki anak usia TK dan SD.
Dr. Dhiah Saptorini S.E., M.Pd., pembicara pada seminar tersebut mengungkapkan, bullying yang terjadi di Kota Malang khususnya, sudah tergolong dalam kategori darurat. Rini, sapaannya, juga bahkan menegaskan bullying seharusnya bisa dideteksi dan dicegah sejak dini karena bullying bisa terjadi dimana saja.
“Sudah darurat bullying. Itu terjadi di keluarga, di sekolah, juga di tempat bermain di kampungnya. Kadang kita menyepelekan, dan baru kaget ketika ada dampak yang cukup membuat miris atau memprihatinkan. Padahal sebenarnya ini bisa dideteksi, bisa dicegah sejak dini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rini mengatakan, pelaku bullying pasti dulunya pernah menjadi korban bullying, entah di sekolah maupun dikeluarga. Oleh karena itu, Rini juga mengatakan, para orang tua harus tetap bersikap bijak karena baik korban maupun pelaku, berhak ditolong dan mendapatkan edukasi yang tepat.
“Pelaku bullying itu pasti kan dulu korban. Nah bagaimana yang korban ini tidak menjadi pelaku bullying. Nah, baik korban maupun pelaku ini sama sama harus ditolong. Karena ya itu tadi, pelaku pun pada dasarnya juga korban,” jelasnya.
Tak hanya bagi orang tua siswa saja, masyarakat secara umum pun harus memberikan perhatian lebih terhadap fenomena tersebut, karena bullying yang terjadi di lingkungan sekitar pun sudah beragam bentuk dan caranya.
“Sudah bukan hanya antar individu, tapi bisa juga antar lembaga juga bisa terjadi bullying. Nah mungkin mereka kan belum tahu bahwa bullying itu bisa berupa cyber bullying, ada yang verbal juga, bahkan sampai penyebaran gosip dan fitnah itu kan termasuk bullying,” imbuh Rini.
Oleh karena itu, Rini yang saat ini juga merupakan guru dan kepala sekolah di SD Al-Kautsar, berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat baik dengan cara menggelar seminar, hingga mengedukasi setiap guru di sekolah yang dipegangnya.
“Seminar ini merupakan salah satu upaya. Selain itu, kami juga akan terus mengedukasi terutama guru, karena guru ini termasuk sumber yang diharapkan orang tua untuk mendapatkan informasi. Makanya guru juga penting untuk mengetahui tentang masalah masalah bullying. Kita tetap menyebarkan informasi dan edukasi yang benar kepada masyarakat. Termasuk terutama bagaimana untuk menentukan sekolah,” ujar Rini. (yan/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :