Hadir di Unisma, Sujiwo Tejo Ditanya Weton


MALANG - Kepercayaan akan weton dan peruntungan menjadi bahasan saat Budayawan Sujiwo Tejo hadir dalam diskusi di Unisma, kemarin. Saat sesi tanya jawab berlangsung, salah seorang audience memertanyakan adat Jawa, yakni peruntungan berdasarkan weton. Menurut Hal ini ditanggapi tedjo dengan jawaban bahwa perhitungan tersebut adalah buah pikir masyarakat zaman dulu.
“Tentu terdapat pertimbangan-pertimbangan tertentu dari lahirnya penanggalan weton tersebut. Pertimbangan-pertimbangan seperti ini yang harus dipahami masyarakat sebelum menjustifikasi suatu hal,” pesannya.
Dalam pemaparannya, ia mencontohkan Aceh sebagai salah satu daerah yang sukses menyandingkan agama dan kebudayaan.
“Contohnya tari Saman Aceh. Dalam tari Saman lagu yang digunakan itu adalah bacaan tahlil dan bacaan-bacaan lainnya,” ujarnya.
Kehadiran Sudjiwo Tedjo di Unisma kemarin menyedot hampir 1.000 warga Malang. Acara digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Unisma dengan tema “Agama yang Dibudayakan dan Budaya yang Diagamakan”.
Seminar ini digagas sebagai respon terhadap isu-isu hangat yang beredar di masyarakat. Redy Eka Yudhestira, Ketua BEM FAI sekaligus ketua pelaksana program ini menyatakan, perlu adanya pandangan yang baru terkait hubungan antara agama dan budaya, dua hal yang kerap kali menjadi hal yang sensitif untuk diperbincangkan.
“Mahasiswa dan masyarakat perlu mengenali persimpangan antara kedua hal ini, agama dan budaya, agar dapat menyikapi secara bijak isu yang ada,” ujarnya. (mg8/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...