Senat UB Pertanyakan Nasib Vokasi


MALANG - Komitmen bakal calon rektor terkait Pendidikan Vokasi UB masih saja bergema. Setelah sebelumnya para mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Aliansi BEM UB menuntut kejelasan vokasi, gini giliran senat menuntut hal yang sama.
Dalam sesi rapat pleno bersama anggota senat UB, Mantan Rektor UB Prof. Dr Bambang Guritno memertanyakan kondisi pengembangan Vokasi.
“Bagaimana dengan kondisi vokasi yang sampai saat ini belum jelas posisinya?” tanya Prof Bambang Guritno.
Bisri, calon incumbent, tegas menjawab bahwa permasalahan vokasi adalah PR bersama. Dia menjelaskan program vokasi menjadi penyakit lama. Mengambil kebijakan jalan tengah dengan vokasi yang berdiri sendiri, namun masih menunggu proses statuta disahkan.
“Berkas sudah diurus, jika statuta didok, maka dibuat OTT pembaruan, disusul berkas RBA dan RBS baru. Kalau terpilih nanti permasalahan ini dituntaskan, tapi jika tidak ya teman-teman yang akan melanjutkan,” tegasnya.
Dua calon lain tidak menanggapi persoalan vokasi di UB. Namun Nuhfil turut menanggapi hal yang sama dengan merespon pentingnya menata organisasi ke depan.
“Ini tantangan ke depan seluruh senat harus menata organisasi agar ada kejelasan, tidak terombang-ambing. UB ini mau juara terus atau mau naik kelas,” tandasnya.
Tak hanya masalah vokasi yang dibahas dan ditanggapi keempat bakal calon, tapi juga budaya riset dan perbaikan sarpras laboratorium UB.
“Semua guru besar dapat Rp 100 juta. Pokoknya harus dituntut publikasi dan mampu membawa UB ke tingkat internasional. Osfar menegaskan, dosen muda perlu diperhatikan,” ujar Prof Osfar
Tak mau kalah dengan, bakal calon rektor nomor 3, Dr Ir Osfar berjanji akan meningkatkan dana penelitian 5-15%. Dia menanggapi fokusnya adalah peningkatan kualitas dan kuantitas e journal khususnya yang bersifat internasional. Untuk mencapai world class university UB harus mampu bekerjasama dengan 40 perguruan tinggi dunia. Dia menambahkan, selama ini pertanian mendapat anggaran Rp 90 juta dan teknik Rp 100 juta.
“Pokoknya kita lihat nanti, mudah-mudahan duitnya ada,” guyonnya.
Sementara itu, pada rapat pleno ini 95% anggota senat hadir. Namun hal ini sudah sesuai dengan ketentuan bahwa yang harus memenuhi forum sebanyak 2/3 anggota senat. Rapat pleno menjadi bekal bagi seluruh anggota senat untuk proses penyaringan yang akan dilakukan, hari ini.  (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...