Belajar dari Anak Sersan yang Jadi Panglima


 
MALANG – Eddy Suprapto, jurnalis sekaligus penulis kondang Indonesia menggelar bedah buku karya pamungkasnya “Anak Sersan Jadi Panglima” Kamis, (8/3), di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB). Karyanya kali ini menceritakan pahit manisnya hidup Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Eddy Suprapto merangkum kisah hidup Marsekal Hadi dari pertemanan sejak SMA, cerita teman-teman lama, serta tuturan hangat orang tua dan saudaranya. Hadi dikisahkan sebagai sosok dengan keadaan ekonomi pas-pasan.
Bahkan, untuk membantu orang tua membiayai sekolah adiknya, ia rela menjadi caddy dan berjualan donat. Berbekal kesederhanaan dan keprihatinan, doa sang ibu menemani langkah hidup seorang Hadi. Tidak pernah berkecil hati, Hadi selalu mengingat nasihat ibu. 
“Segala kekurangan ekonomi merupakan ujian. Jika ingin sukses menjadi orang besar, harus lulus ujian ekonomi dengan tabah,” tegasnya. 
Bedah buku ini bertepatan dengan peringatan hari jadi tiga tahun Hadi sebagai Panglima TNI. Seminar ini mempertemukan perspektif dan argumen dari penulis, akademisi Ilmu Komunikasi yang diwakili Anang sebagai Dosen komunikasi perspektif Asia dan Indonesia, serta Wahyu, adik kandung Panglima Hadi.
Kegiatan kemarin dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, diantaranya pelajar SMA, mahasiswa, bahkan juga dihadiri anggota TNI. Namun disela-sela sesi diskusi, seorang audiens menyarankan bahwa bedah buku seperti ini janganlah hanya dilakukan di kalangan kaum berpendidikan saja, namun alangkah baiknya jika dilakukan bersama masyarakat yang masih kurang beruntung.
Harapannya, masyarakat yang masih belum mengecap kelayakan hidup dapat terinspirasi oleh perjalanan hidup Hadi dan mendapat motivasi lebih untuk berjuang. (mg8/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :