Kopertis Mediasi Polemik Unikama


 
MALANG – Masalah yang muncul secara periodik antara yayasan dan jabatan rektor terus berlangsung pada siklus 4 tahun ini. Termasuk perkara Unikama yang sampai saat ini terus memanas. Kopertis menanggapi hal ini dengan serius karena mengagendakan pertemuan dua pihak untuk mengadakan islah.
“Kopertis memaksa kedua belah pihak untuk islah. Mereka harus mediasi dulu jika tidak mau, maka mereka akan mendapat sanksi. Mereka akan kami mediasi minggu depan,” ujar Sekretaris Kopertis, Dr Widyo Winarso MPd kepada Malang Post.
Dia menambahkan, sanksi yang diberlakukan berupa dinonaktifkan. Hal ini dilakukan melihat nasib mahasiswa jika universitas dibekukan. Setidaknya 7.000-8.000 mahasiswa diperkirakan jadi korban terkait perkara dua belah pihak yang terus memanas ini.
Melakukan non aktif untuk universitas, sebelumnya juga sudah pernah terjadi di STIH Sunan Giri. Meski begitu, Kopertis hanya berwenang memberi kebijakan pada rektor bukan pada yayasan. Sementara yayasan wewenangnya Kementerian Hukum dan HAM. 
“Jangan sampailah mahasiswanya jadi korban. Sebelumnya Kemenristek Dikti juga sudah memanggil kedua belah pihak,” imbuhnya.
Widyo mengungkapkan, masalah yang sama juga akan dirasakan oleh perguruan tinggi dibawah naungan PGRI. 
“Saya bilang punya potensi bermasalah, suatu saat konflik bisa muncul,” tandasnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...