Suara Sama, Prof Bisri-Prof Nuhfil Bersaing Ketat


 
MALANG – Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS  dan Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS bersaing ketat dalam tahap penyaringan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Brawijaya periode 2018-2022. Keduanya memperoleh suara sama dalam rapat senat tertutup, yaitu 77 suara. Kandidat lain, Dr Ir Osfar Sjofjan MSc mendapat enam suara dan Dr. Tjahyo Suprayogo M.Si yang memperoleh satu suara harus tersisih. 
Dua bakal rektor yang memperoleh suara sama, Prof Bisri dan Prof Nuhfil menanggapi santai hasil tersebut. Prof Bisri mengatakan kompetisi merupakan hal yang dinamis di UB.  “Yang terpenting, proses pemilihannya lancar sesuai dengan harapan dan legowo bagi yang tidak terpilih. Gitu aja kok repot,” katanya. 
Dihubungi terpisah, Prof Nuhfil menuturkan dirinya tidak dapat menghadiri proses penghitungan suara karena ada tamu dari Hongkong ke Fakultas Pertanian. Dia juga menanggapi santai proses penyaringan ini. “Kesan selama Pilrek biasa-biasa saja, pendukungnya saja guyon,” ujar Nuhfil sambil tertawa. 
Sebenarnya, ada 173 anggota senat yang diundang untuk memilih. Namun sebanyak 12 orang berhalangan hadir karena sedang bertugas di luar kampus. Mereka lah yang tidak dapat memberikan hak suaranya. 
Ketua Senat UB, Prof Dr Ir Ariffin MS mengatakan, usai tahap penyaringan ini, senat akan mengirim berkas pemilihan ini ke Kementerian sekitar 14-15 Maret nanti. Dalam prosesnya, perlu satu bulan bagi menteri  mempelajari berkas dengan membentuk tim penilai, mulai dari berita acara proses pendaftaran, penyaringan dan pemilihan. 
Setelah tahap penyaringan ini, pada 18 April nanti giliran Menristekdikti yang akan melakukan pemilihan. Menristekdikti persentase hak memilih sangat besar, 65 persen sedangkan anggota senat UB 35 persen. “Jadi hasil akhir tergantung menteri,” tandasnya.
Sekretaris Pilrek UB, Prof Latif menambahkan, siapapun yang  terpilih dari dua kandidat rektor yang mendapatkan nilai sama, yang tak terpilih harus berbesar hati. “Tapi kalau bisa ya gantian,” ujarnya tanpa memberi penjelasan lebih lanjut. 
Sementara itu, Dekan Fisip UB, Prof Unti Ludigdo mengatakan Prof Bisri dan Prof Nuhfil sama-sama putra terbaik UB.
“Sebenarnya Dr Osfar juga punya peluang, namun tergantung suara pak menteri, apakah ke pak Osfar. Harapannya tentu apa yang sudah dikemukanan dalam visi-misi dapat diwujudkan. Periode lalu juga beliau berdua siap berkompetisi, ini membuktikan sehatnya kompetisi di UB,” bebernya. (mg3/han) 

Berita Lainnya :