Kafilah Universitas Negeri Malang Juara Umum MTQMN XV

 
MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menorehkan prestasi terbaiknya dalam Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN).  Dalam MTQMN XV yang digelar sejak 28 Juli hingga Kamis (3/8) kemarin, di Kota Malang, kafilah UM berhasil kembali mempertahankan juara umum kali ketiga secara berturut-turut.
Prestasi itu disampaikan langsung Ketua Dewan Hakim MTQMN XV Prof. Dr. Haji Said Agil Husin Al Munawar, MA, usai membacakan daftar pemenang pertama hingga harapan III di seluruh bidang lomba.  Dari 13 bidang lomba dan 120 juara, kafilah UM meperoleh 13 piala dalam gelaran yang diikuti 281 universitas di seluruh Indonesia dengan total kafilah 2.362 peserta.
Sekjen Kemristek Dikti, Prof. Ainun Na’im Ph.D, MBA, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan MTQMN XV di UM dan UB ini. Ainun berharap keluarnya juara ini tidak hanya berdampak pada kemajuan UM dan UB, namun juga masyarakat Malang, Indonesia, bahkan dunia. 
“Di perayaan MTQMN XV ini, berarti sudah selama 30 tahun Alquran hadir di kampus-kampus Indonesia. Dan dengan ini, semakin yakin Indonesia akan dipimpin oleh mereka yang akan membawa masyarakat Indonesia ke era kemajuan, karena seperti yang kita tahu diantara kandungan Alquran adalah ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Prof. Ainun Na’im Ph.D, MBA.
Untuk pelaksanaan MTQMN selanjutnya, Ainun mengaku saat ini masih belum  mengetahui akan ditempatkan dimana. Namun, sudah ada beberapa universitas di luar pulau Jawa, diantaranya Ternate yang telah mengajukan diri.
Rektor UM, Prof. Dr. H. Ah. Rofiuddin, M.Pd menyatakan rasa bangganya pada para kafilah UM yang kembali mempertahankan juara umum kali ketiga di MTQMN XV. Diwakili oleh mahasiwa terbaiknya, UM telah membidik mereka di awal masuk menjadi mahasiswa untuk kemudian dibina.
“Perjalanan mereka tidak dimulai dengan sekali tembak, namun sudah terjaring dari minat dan bakat sejak mahasiswa baru. Untuk menggodoknya, mereka masuk dalam pembinaan berjenjang. Sehingga prosesnya tidak hanya sesaat untuk menjadi matang seperti sekarang ini,” ungkap Prof. Dr. H. Ah. Rofiuddin, M.Pd.
Sebagai apresiasi, kampus akan memberikan pembebasan UKT bagi mahasiswa pemenang, juga sebagai motivasi bagi kafilah lainnya. Bagi mahasiswa yang akan lulus, prestasi ini dapat menjadi salah satu poin tambahan penilaian dalam pendaftaran untuk studi lanjut. 
“Apabila ada event internasional, kampus juga akan memberikan support penuh dan apresiasi terhadap bakat mereka,” katanya. 
Pemenang pertama dalam bidang Debat Ilmiah Bahasa Arab sekaligus the best speaker adalah Fakhrur Rozi, mahasiswa jurusan sastra Arab, Fakultas Sastra UM angkatan tahun 2014. Rozi bukan kali ini saja menjadi juara dalam MTQ ini. Dua tahun lalu, dia juga menjadi juara harapan II dalam MTQMN tahun 2015 dan juara 2 MTQ MR tahun 2016.
“Kemenangan ini memang datangnya dari Allah, namun tidak lepas dari ikhtiar UM yang luar biasa dalam mengawal kafilahnya. Kami semua telah dipersiapkan sejak bulan Januari dalam bimbingan pembina terbaik,” ungkap Fakhrur Rozi.
Pembinaan tersebut berlangsung setiap hari Sabtu dan Minggu sejak Januari lalu, dan sebagai dukungan UM terhadap mahasiswanya, selain pula doa yang menurut dia selalu dialirkan oleh kampus untuk para kafilah. Keluar sebagai juara pertama sekaligus the best speaker, Rozi mengatakan ini sebagai kado terindahnya bagi UM, karena pada gelaran MTQMN selanjutnya dia sudah tidak berstatus menjadi mahasiswa UM lagi. 
Dia berencana melanjutkan S2 di Universitas King Abdul Aziz, Mesir jurusan linguistic dan bercita-cita menjadi professor.
“Dan bila dibutuhkan, saya ingin kembali menjadi guru bahasa di UM untuk membalas mendidik mahasiswanya. Karena UM telah memberikan pendidikan yang terbaik bagi saya, saya berharap bisa balas memberikan pendidikan yang baik pula bagi mahasiswanya nanti,” ungkap mahasiswa asal Madura ini.
Penyumbang lima poin bagi UM dalam MTQMN ini berencana menyusun skripsi pengembangan berupa penulisan buku debat bahasa Arab yang bab 1 hingga bab 3 telah selesai dikerjakannya. Untuk pengerjaan selanjutnya, dia sedang menunggu validasi.
“Minta doanya terus semoga skripsi saya berjalan lancar dan bisa lulus dalam kurun waktu tiga setengah tahun,” tandasnya. (mg19/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :