Karya Siswa SMK PGRI 3 Dipamerkan di Swiss Belinn


MALANG – Kerajinan batik dan topeng Malangan hasil karya siswa SMK PGRI 3 Malang dipamerkan di loby Hotel Swiss Belinn Malang, Sabtu (10/3) . Demo produk ini hasl kerjasama SMK PGRI 3 Malang dengan Swiss Belinn Hotel yang nantinya digelar rutin setiap Sabtu.
Kepala SMK PGRI 3 Malang M. Lukman Hakim, ST, mengatakan, kegiatan ini juga bagian dari program SMK Potensial yang digalakkan Pemprov Jatim. Potensialnya mengembangkan kewirausahaan di sekitar dengan berbasis muatan lokal.
“Kebetulan kami mendapat kepercayaan untuk mengembangkan 5 jenis, salah satunya kerajinan tangan batik dan topeng Malang ini. Kami mendapat kesempatan bekerjasama dengan Swiss Belinn Malang sebagai penyedia tempat untuk menunjukkan kreativitas anak-anak SMK PGRI 3,” kata Lukman kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, kerjasama tersebut membuat SMK PGRI 3 Malang yakin produknya akan semakin dikenal masyarakat luas, mengingat tamu hotel datang dari berbagai kota. Tak hanya itu, tamu hotel selain diperbolehkan melihat dan membeli juga diperkenankan untuk belajar membuat batik dan topeng Malang langsung dengan para siswa SMK PGRI 3.
Batik yang dipamerkan adalah batik tulis dengan motifnya mengusung tema topeng Malangan yang ditujukan untuk mengangkat kearifan lokal Malang. Sementara ini batik yang dibuat oleh para siswa masih dalam bentuk kain dan rok lilit belum merambah ke pakaian jadi.
“Pada intinya program ini melatih anak untuk berwirausaha, menguatkan jiwa wirasusaha di kalangan anak muda. Bahkan sebelum ada program SMK Potensial ini kami sudah mendapat kepercayaan tidak hanya dari Indonesia melainkan dari luar negeri seperti Prancis. Kami titipkan produk kami ke kedutaan yang ada disana dan di kampus alumni yang kuliah di Prancis,” Papar Lukman.
Sementara itu, Erwinda Moonica, Asisten manager sekaligus public relation Swiss Belinn menambahkan, pihaknya mengapresisasi karya siswa SMK PGRI 3 Malang di usianya yang masih muda sudah mampu membuat kerajinan batik dan topeng Malang. Sekaligus ingin menambah point of interest dari para tamu yang datang ke Swiss Belinn Malang khususnya yang datang dari luar kota.
“Dengan adanya karya-karya siswa ini tamu yang datang tidak hanya datang untuk menginap namun juga tahu bahwa ini lo kerajinan Malang, dan mengenal kerajinan asli Malang,” pungkas Winda, panggilan akrab Erwinda Moonica. (mg7/adv/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...