Modifikasi Kebaya, Jadi Pilihan Busana Wisuda


KEBAYA modifikasi rancangan siswa Tata Busana SMKN 5 Malang patut diapresiasi. Meski lahir dari tangan para siswa, desain yang dibuat tak kalah dengan karya profesional. Karya para siswa tersebut dipamerkan dalam kegiatan fashion show, Sabtu, (10/3/18) di aula sekolah. Ada 65 desain yang ditampilkan dan mendapat apresiasi dari para orang tua yang senagaja dihadirkan ke sekolah.
Tengok saja karya Dina Fitriana, siswi Tata Busana yang menjadi juara 1 fashion show. Kebaya buatannya menggunakan konsep kebaya magenta dengan ekor ungu gelap dan sentuhan warna hitam serta permata yang memberi kesan misterius di dalam ekor bermotifkan batik flora.
“Kebaya modifikasi yang saya buat ini terinspirasi dari kesan warna ungu yang elegant, tajam, dan misterius. Untuk merancang kebaya ini hingga selesai membutuhkan waktu kurang lebih sekitar satu bulan,” ujar Dina.
Menurutnya dalam merancang sebuah busana hal yang perlu diperhatikan adalah perancangan yang sesuai dengan kaidah desain, bagaimana cara menjadikan nilai jualnya tinggi, serta yang paling utama adalam busana tesebut nyaman saat dikenakan.
Fashion Show kali ini mengusung tema Eksotisme Kebaya Modifikasi. Seluruh siswa Tata Busana tersebut merancang dan memeragakan sendiri hasil karyanya di hadapan teman-teman dan para tamu.
Membuat karya kebaya modifikasi ini merupakan projek akhir anak kelas XII Tata Busana yang bertujuan agar para siswa memiliki kebanggaan dan kepercayaan diri terhadap hasil karyanya sekaligus melatih para siswa untuk berani tampil di depan umum . Kebaya modifikasi yang dirancang siswa ini nantinya juga bisa digunakan saat wisuda yang akan datang.
Ellysa Rusdiyana, S.Pd, guru Tata Busana, menambahkan, acara fashion ini rutin diadakan oleh SMKN 5 Malang sebagai wujud memberikan apresiasi kepada para siswa Tata Busana yang telah merancang kebaya yang dimodifikasi sesuai design yang diinginkan.
“Tahun lalu kami mengambil tema gaun pesta, sedangkan tahun ini gaun pesta dalam bentuk kebaya. Kenapa harus kebaya, karena kebaya memiliki banyak design dengan beragam hiasan menarik, sehingga apabila ditampilkan di hadapan orang lain akan memberi kesan yang indah dan menarik,” imbuh Ellysa.
Beberapa kriteria yang dijadikan acuan dalam penilaian fashion show kebaya modifikasi ini antara lain bagaimana siswa tersebut memeragakan busana karyanya dan proses pembuatannya mulai dari mendesign membuat pola hingga menjahit. Dari penilaian inilah ditetapkan 3 juara umum, the best design, the best composition, dan the best sewing.
Juara umum 1 Dina Fitriana, juara umum 2 Olyvia, dan juara umum 3 yaitu Aqillah Farah Anindita. Sedangkan juara the best design diraih oleh Tria Yolanda, The Best composition Annisa, dan the best sewing diraih oleh Agyl. (mg7/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :